Hukum

KPK Jebloskan Keponakan Novanto ke Sel Tahanan

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Murakabi Sejahtera itu langsung dijebloskan ke sel tahanan usai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

“Yang bersangkutan ditahan untuk 20 hari pertama,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di KPK, Jakarta, Jumat (9/3/2018). Sementara Irvanto saat keluar gedung KPK tidak mau menyampaikan sepatah katapun soal penahanannya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Irvanto sebagai tersangka bersama Made Oka Masagung. Irvanto dan Made Oka diduga bersama-sama dengan Setya Novanto, Anang Sugiana Sudiharjo selaku Direktur Utama PT Quadra Solution, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Kemudian, bersama-sama Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan proyek e-KTP.

Mereka melakukan tindak pidana korupsi tersebut untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya, sehingga merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sekitar Rp 2,3 trilyun dari proyek senilai Rp5,9 trilyun.

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka Irvanto dan Made Oka melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami