Hukum

KPK Jebloskan Legislator PKS ke Sel Tahanan

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, ke sel tahanan usai memeriksanya sebagai tersangka kasus suap proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (19/7/2017), meyampaikan, penyidik menahan tersangka Yudi selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.

“YWA (Yudi Widiana Adia) ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan KPK cabang Pomdam Guntur,” ujar Febri.

Sementara tersangka Yudi sebelum dibawa ke Rutan Guntur, mengaku senang kasusnya segera disidangkan. “Saya senang untuk segera diadili,” ujarnya.

Meski demikian, legislator dari PKS yang mengenakan rompi oranye itu membantah terlibat dalam kasus ini. Dia mengaku namanya dicatut dalam proyek pembangunan jalan di wilayah Maluku dan Maluku Utara itu.

“Saya sudah jelaskan kepada penyidik, bahkan secara terang benderang siapa pencatutnya nanti dilihat di pengadilan,” ujar Yudi.

KPK menetapkan Yudi sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Direktur PT Cahaya Mas Perkasa, Sok Kok Seng alias Aseng sebesar Rp 4 milyar. Uang itu diduga untuk mengatur jalannya dana aspirasi DPR untuk proyek pembangunan ruas jalan milik Kemen-PUPR di daerah Maluku dan Maluku Utara.

KPK menyangka Yudi melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close