Hukum

KPK Jebloskan Mantan Pejabat Pajak ke Lapas Kedungpane

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Kasubdit Bukti Permulaan Penegakan Hukum Direktoran Jenderal Pajak, Handang Soekarno, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

“Benar, Tim JPU menerima putusan dan sependapat untuk dieksekusi ke Kedungpane Semarang,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK, Moch Takdir Suhan, dikonfirmasi, Selasa (1/8/2017).

KPK menetapkan eksekusi terpidana Handang di Lapas Kedungpane, Semarang, Jateng, setelah mempertimbangkan alasan kemanusiaan terhadap Handang. “Salah satu pertimbangannya alasan kemanusiaan,” katanya.

Senada dengan KPK, Soesilo Ariwibowo, kuasa hukum terpidana Handang mengatakan, bahwa kliennya akan diseksekusi di Lapas Kedungpane pada hari ini.

Menurut Soesilo, kliennya mengajukan agar menjalani hukuman pidananya di Kedungpane karena alasan anak-anaknya yang tinggal sendirian di Semarang.

“Dia bermohon akan menjalani tahanannya di Semarang karena dia single parent dan anak-anaknya di Semarang,” kata Soesilo.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menghukum Handang 10 tahun menjara dan membayar denda Rp 500 juta subsider empat bulan kurungan karena terbukti menerima uang suap senilai Rp 1,9 milyar dari Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP), Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Uang tersebut sebagai “pelicin” agar Handang mau membantu mengurus permasalahan pajak PT EKP, mulai dari pengajuan restitusi, Surat Tagihan Pajak Pertambahan Nilai (STP PPN), penolakan tax amnesty, pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP), hingga pemeriksaan bukti permulaan pada Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Enam Kalibata dan Kantor Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Khusus.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum KPK menuntut Handang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 750 juta subsider enam bulan kurungan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami