Hukum

KPK Limpahkan Perkara Korupsi e-KTP Andi Narogong ke Pengadilan Tipikor Jakarta

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan perkara korupsi e-KTP yang membelit Andi Agustinus alias Andi Narogong ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Senin (7/8/2017), mengayakan, jaksa penuntut umum KPK melimpahkan perkara Andi Narogong ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta setelah surat dakwaannya rampung disusun.

“Berkas terdiri sekitar lima ribu halaman, yang memuat lebih dari 6 ribu barang bukti, sekitar 150 saksi, dan 8 orang ahli,” kata Febri.

Setelah melimpahkan perkara, jaksa penuntut umum KPK menunggu penetapan jadwal sidang perdana dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“Andi adalah terdakwa ke-3 yang akan kami ajukan ke persidangan. Pengawalan publik sangat diperlukan agar kasus ini bisa dituntaskan,” kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Andi Narogong sebagai tersangka karena diduga bersama-sama dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, serta pihak lainnya melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Atas ulah mereka dan pihak lainnya yang dinyatakan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi tersebut, negara mengalami kerugian keuangan atau ekonomi sekitar Rp 2,3 trilyun dari proyek senilai Rp 5,9 trilyun.

KPK menyangka Andi melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami