Hukum

KPK Panggil Dirut Petrokimia Geresik Terkait Suap Pengangkutan Pupuk

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Petrokimia Geresik, Rahmat Pribadi, untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan suap pengurusan kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PT Pilog) da PT Humpuss Transportasi Kimia ‎(PT HTK).

“Rahmat Pribadi, Direktur Utama PT Petrokimia Geresik, Rahmat Pribadi, saksi untuk tersangka IND (Indung),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah‎, di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Selain Rahmat, tim penyidik KPK memanggil 3 orang saksi lainnya untuk menjalani pemeriksaan bagi tersangka Indung dalam kasus suap terkait pengangkutan pupuk ini.

Ketiga saksinya yakni ‎Timbul selaku sopir dan dua orang dari pihak swasta, Ade Shakti Dharmawanto dan Akhmad Faruk Arahman. “Mereka saksi IND,” katanya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Indung ‎dari PT Inersia bersama Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso dan Asty Winasti (AWI) selaku Marketing Manager PT Humpuss Transfortasi Kimia sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerja sama pengangkutan pupuk melalui pelayaran antara PT Pilog dengan PT HTK.

Indung diduga merupakan orang dekat atau orang kepercayaan Bowo di PT Inersia yang diduga milik Bowo. Indung diduga menerima uang dari Asty sejumlah Rp89,4 juta pada sore hari di kantor PT HTK. Dari tangan Indung, tim mengamankan uang yang disimpan di amplop cokelat.

Uang sejumlah itu merupakan penyerahan ketujuh. Selain itu, Bowo juga diduga menerima sejumlah uang atau gratifikasi dari pihak lain. KPK sedang mengembangkan siapa saja yang memberikan uang kepada Bowo.

Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan di Jakarta sejak Rabu hingga Kamis dinihari (27-28/3). Tim Satgas KPK menangkap 8 orang di antaranya Bowo Sidik Pangarso selaku Anggota DPR RI 2014-2019 dan Asty Winasti selaku Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia.

Kemudian, Selo selaku Head Legal PT Humpuss‎ Transportasi Kimia, Indung dari PT Inersia, Manto selaku Bagian Keuangan PT Inersia, Siesa Darubinta dari swasta serta dua orang sopir.

KPK menyangka Bowo Sidik Pangarso dan Indung ‎selaku penerima suap diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Koruspi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan terhadap Asty Winasti disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Koruspi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami