Hukum

KPK Panggil Sjamsul Nursalim dan Istri Terkait Korupsi SKL BLBI

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim, untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI).

“Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAT [Syafruddin Arsjad Temenggung],” kata Febri Diansyah, juru bicara KPK, Jumat (25/8/2017).

KPK kembeli melakukan pemanggilan karena bos PT Gajah Tunggal Tbk, beberapa kali mangkir dari panggilan untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus ini. Sjamsul kembali dipanggil karena diduga mengetahui berbagai hal terkait pemberian SKL untuknya.

Sjamsul diduga sebagai salah satu pihak yang diuntungkan dengan diterbitkannya SKL BLBI oleh BPPN saat dipimpin Syafruddin karena Sjamsul masih memiliki kewajiban mengembalikan Rp 3,7 trilyun.

KPK pun telah menggandeng lembaga antikorupsi Singapura atau Corrupt Practices Investigation Bureau untuk memanggil Sjamsul dan mengumpulkan informasi serta bukti terkait kasus ini.

KPK menetapkan Syafruddin sebagai tersangka karena saat menjabat kepala BPPN diduga melakukan perbuatan melawan hukum dalam menerbitkan SKL untuk pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim.

Penerbitan SKL itu untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menggunakan jabatannya sehingga merugikan keuangan negara sekitar Rp 3,7 trilyun.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Syafruddin Arsyad Temenggung melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close