Hukum

KPK Periksa Gubernur Zumi Zola Terkait Suap Pengesahaan APBD Jambi

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Gubernur Jambi, Zumi Zola, untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus suap pengesahaan APBD Provinsi Jambi tahun 2018.

“Gubernur Jambi Zumi Zola diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAI (Syaifuddin),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, dikonfirmasi, Jumat (5/1/2018).

Orang nomor satu di Provinsi Jambi ini sudah memenuhi panggilan penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan. Namun dia enggan rgefmemberikan penjelasan sebelum pemeriksaan. “Nanti saja setelah pemeriksaan ya,” katanya.

Selain Zumi Zola, penyidik KPK juga memanggil Ketua DPRD Jambi, Cornelius Buston, Wakil Ketua DPRD Jambi Zoerman Manap, dan Ali Tonang dari pihak swasta. Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Syaifuddin.

KPK memeriksa Zumi Zola karena diduga mengetahui atau memiliki informasi tentang pembahasan dan pengesahaan RAPBD Pemerintah Provinsi Jambi 2018 yang berakhir rasuah.

Tentunya, lanjut Febri, penyidik akan mengonfirmasi sejumlah hal kepada Zumi seputar pengesahaan RAPBD tahun 2018 untuk provinsi yang dipimpinnya. Misal, soal peran eksekutif (pemerintah) dalam proses pembahasan APBD di Jambi.

“Bagaimana komunikasinya dan siapa saja yang mengetahui tentang penerimaan uang,” ujarnya.

Namun demikian, Febri enggan menanggapi tentang dugaan keterlibatan Zumi dalam kasus suap ini. Namun penyidik akan meminta keterangan dari pihak-pihak yang diduga mengetahui kasus ini untuk menjerat semua pelaku.

“Saya belum bisa bicarakan keterlibatan pihak lain. Semua saksi kita panggil karena memiliki informasi yang relevan,” ujar Febri.

Kasus suap pengesahaan RAPBD Pemerintah Provinsi Jambi 2018 ini terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Tim Satgas KPK menangkap sejumlah pihak, yakni Asisten Daerah (Asda) Bidang III Pemprov Jambi, Syaifuddin dan Supriono selaku anggota DPRD Jambi beberapa saat setelah penyerahan uang sejumlah Rp 400 juta di salah satu restoran di Kota Jambi.

Setelah itu, Tim Satgas mencocok sejumlah pihak lainnya di Jambi dan Jakarta. Total yang diamankan atau ditangkap dalam OTT tersebut sebanyak 16 orang dan mengamankan uang sejumlah Rp 4,7 milyar.

Dari hasil OTT dan setelah melakukan pemeriksaan intensif, KPK menetapkan 4 orang sebagai tersangka yaitu Supriono selaku Anggota DPRD Jambi, Erwan Malik selaku Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jambi, Arfan selaku Plt Kepala Dinas (Kadis) PUPR Provinsi Jambi, dan Sayifuddin selaku Asisten Daerah (Asda) III Pemprov Jambi.

KPK menyangka Erwan Malik, Arfan, dan Saifudin sebegai pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan pihak penerima suapnya yaitu Supriono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami