Hukum

KPK Periksa Mantan Legislator Jafar Hafsah dalam Kasus Korupsi e-KTP

BTN iklan

Jakarta, LEI – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Anggota DPR, Mohammad Jafar ‎Hafasah, untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus suap pengadaan proyek e-KTP.

“Mohammad Jafar Hafsah, anggota DPR periode 2009-2014 saksi untuk tersangka MN (Markus Nari),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jaka‎rta, Kamis (4/7/2019).

Selain Jafar Hafsah, tim penyidik lembaga antirasuah ini juga memanggil Anggota DPR RI, Arif Wibowo, juga untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari.

KPK menetapkan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Markus Nari, sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Penetapan itu setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup.

Febri di Jakarta, Rabu (19/7/2017), mengatakan, penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup setelah mencermati fakta persidangan terdakwa Irman dan Sugiharto.

“KPK menetapkan MN [Markus Nari], anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka,” kata Febri. Legislator dari Partai Golkar itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi.

Tersangka Markus melakukan perbuatan melawan hukum itu bersama-sama sejumlah pihak terkait pengadaan proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sehingga merugikan keuangan negara sejumlah Rp 2,3 trilyun.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Markus Nari melanggar Pasal 3 atau 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami