Hukum

KPK Periksa Sugiharto untuk Tersangka e-KTP Andi Narogong

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Sugiharto untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi e-KTP tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Sugiharto hari ini diperiksa untuk tersangka AA (Andi Agustinus), untuk kelengkapan berkas penyidikan AA,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Penyidik sudah memeriksa sekitar 121 orang saksi untuk mengusut kasus korupsi yang membelit tersangka Andi dan masih banyak pihak yang akan diperiksa untuk mengembangkannya dan menyeret semua pelaku.

“Untuk penanganan korupsi e-KTP, t‎entunya ke depan akan selalu ada progres. Semua fakta persidangan dengan terdakwa Irman dan Sugiharto jadi masukan penting bagi kami untuk menjerat pihak lain yang harus bertanggung jawab,” kata Febri.

KPK menetapkan Andi Narogong sebagai tersangka karena diduga bersama-sama dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, serta pihak lainnya melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam proyek e-KTP.

Atas ulah mereka dan pihak lainnya yang dinyatakan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi tersebut, merugikan keuangan negara sekitar Rp 2,3 trilyun dari proyek senilai Rp 5,9 trilyun.

KPK menyangka Andi melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.

Untuk mengusut kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi dan menyita sejumlah dokumen hingga dua mobil mewah, yakni Toyota Vellfire dan Land Rover, dari penggeledahan di sebuah rumah di Tebet yang ditempati Inayah, perempuan berparas cantik yang disebut-sebut sebagai istri siri Andi Narogong.

Penyidik juga mencegah Inayah, Raden Gede, dan Ketua DPR RI Setya Novanto bepergian ke luar negeri. Mereka dicegah selama 6 bulan untuk tersangka Andi Narogong demi kepentingan penyidikan, agar ketika dipanggil mereka untuk dimintai keteranngan tidak sedang berada di luar negeri.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami