Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Amdal Transmart

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan empat tersangka kasus suap pemulusan izin analisis dampak lingkungan (amdal) pembangunan Mall Transmart di Cilegon, Banten.

“Dilakukan perpanjangan penahanan untuk tersangka dugaan suap terkait dengan pengurusan perizinan pembangunan Mall Transmart di Cilegon selama 40 hari,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Keempat tersangka yang diperpanjang masa penahanannya adalah Wali Kota (Wako) Cilegon non aktif, Tubagus Irman Ariyadi (TIA); Kepala Dinas DPM PTSP Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira (ADP); Projek Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinata Utama (BDU); dan Hendy (HE) selaku pihak swasta

Masa perpanjangan penahanan yang dilakukan penyidik KPK terhadap 4 orang tersangka tersebut terhitung sejak tanggal 13 Oktober 2017 hingga 21 November 2017.

Sebelumnya, KPK menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus suap pengurusan amdal pembangunan Mall Transmart di wilayah PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Kota Cilegon, Banten.

Keenam tersangkanya adalah Wako Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi; Kepala BPTPM Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira (ADP); dan Hendry dari swasta selaku pihak penerima suap.

Sedangkan 3 orang tersangka yang diduga sebagai pemberi suapnya adalah Project Manager PT BA, Bayu Dwinanto Utama (BDU); Direktur Utama (Dirut) PT KIEC, Tubagus Danny Sugimukti (TDS); dan Legal Manager PT KIEV Eka Wandoro Dahlan (EKW).

KPK menetapkan keenam orang di atas setelah menemukan bukti permulaan yang cukup dari pemeriksaan intensif 1×24 jam dan gelar perkara setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 9 orang di Cilegon.

Selain mengamankan 9 orang, Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK juga mengamankan uang sejumlah Rp 1,152 milyar bagian dari komitmen pemberian sejumlah Rp 1,5 milyar untuk Wako Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi melalui 2 transfer dari PT KIEC dan PT BA ke rekening Cilegon United Football Club (CUFC), yakni Rp 700 juta dan Rp 800 juta.

KPK menyangka para penerima suap yakni Tubagus Iman Ariyadi, Ahmad Dita Prawira, dan Hendry, melanggar Pasal 12 huruf atau b atau pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan para pemberi suapnya Bayu Dwinanto Utama, Tubagus Danny Sugimukti, Eka Wandoro Dahlan disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

9 Comments

  1. This design is wicked! You certainly know how to keep a reader entertained.
    Between your wit and your videos, I was almost
    moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Fantastic job.
    I really enjoyed what you had to say, and more than that, how you presented
    it. Too cool!

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami