Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan Dirut PT ADI

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Direktur Utama (Dirut) PT Aquamarine Divindo Inspection (AD), Yunus Nafik, dalam kasus suap penanganan perkara perdata Eastern Jason Fabrication Services Pte Ltd melawan PT ADI.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (8/9/2017), mengatakan, penyidik juga melakukan perpanjangan masa penahanan terhadap Panitera Pengganti (PP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Tarmizi dan kuasa hukum PT ADI, Akhmad Zaini

Penyidik memperpanjang masa penahanan terhadap ketiga tersangka di atas selama 40 hari, terhitung mulai 11 September dan akan berakhir pada 20 Oktober 2017.

“Dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dari 11 September 2017 sampai dengan 20 Oktober 2017 untuk tiga tersangka,” kata Febri.

KPK menetapkan Yunus dan Akhmad Zaini ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Tarmizi sejumlah Rp 425 juta agar PN Jaksel menolak gugatan perdata yang diajukan Eastern Jason Fabrication Services Pte Ltd terhadap PT ADI. Eastern Jason menggugat PT ADI membayar ganti rugi sebesar US$ 7,6 juta dan SGD 131.000.

KPK menyangka Akhmad dan Yunus melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsiā€Ž juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terhadap Tarmizi selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami