Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan Legislator PKS Yudi Widiana

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia. Penahanan itu terkait status Yudi sebagai tersangka kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan rakyat (PUPR).

“Perpanjangan penahanan untuk 40 hari terhadap tersangka YWA (Yudi Widiana Adia),” kata Yuyuk Andriati, Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Jumat (4/8/2017).

KPK memperpanjang masa penahanan tersang Yudi terhitung sejak hari ini atau Jumat (4/8/2017) hingga 16 September 2017 untuk kepentingan penyidikan kasus yang membelitnya.

Awalnya KPK menahan Yudi mulai Rabu (19/7/2017), usai memeriksanya sebagai tersangka. KPK menahan Yudi selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.

Sementara tersangka Yudi sebelum dibawa ke Rutan Guntur, mengaku senang kasusnya segera disidangkan. “Saya senang untuk segera diadili,” ujarnya.

Meski demikian, legislator dari PKS yang mengenakan rompi oranye itu membantah terlibat dalam kasus ini. Dia mengaku namanya dicatut dalam proyek pembangunan jalan di wilayah Maluku dan Maluku Utara itu.

“Saya sudah jelaskan kepada penyidik, bahkan secara terang benderang siapa pencatutnya nanti dilihat di pengadilan,” ujar Yudi.

KPK menetapkan Yudi sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Direktur PT Cahaya Mas Perkasa, Sok Kok Seng alias Aseng sebesar Rp 4 milyar. Uang itu diduga untuk mengatur jalannya dana aspirasi DPR untuk proyek pembangunan ruas jalan milik Kemen-PUPR di daerah Maluku dan Maluku Utara.

KPK menyangka Yudi melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami