Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan OTT Suap RS Hulu Sungai Tengah

BTN iklan

JAKARTA/Lei – Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang masa penahanan terhadap para tersangka suap pembangunan rumah sakit di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan bahwa komisi tersebut melakukan perpanjangan masa penahanan terhadap empat tersangka yakniAbdul Latif, Bupati Hulu Sungai Tengah, Fauzan Rifani, Ketua Kamar Dagang dan Industri Hulu Sungai Tengah, Abdul Basit, Direktur Utama PT Sugriwa Agung, selaku penerima uang dan Donny Witono, Direktur Utama PT Menara Agung sebagai pihak pemberi.

“Perpanajngan masa penahanan dilakukan sejak 6 Maret hingga 4 April 2018,” ujarnya Kamis (1/3/2018).

Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif yang baru dilantik setahun silam pernah terbelit kasus korupsi pada 2005-2006 saat masih berprofesi sebagai kontraktor. Saat itu dalam perkara pembangunan gedung sekolah menengah atas dengan nilai proyek Rp711,8 jutadan divonis 1,5 tahun.

Setelah menyelesaikan masa hukuman, Abdul Latif kemudian terpilih sebagai Anggota DPRD Kalimantan Selatan dan baru setahun menjabat, dia maju dalam pemilihan kepala daerah Hulu Sungai Tengah dan terpilih sebagai bupati untuk masa jabatan 2016-2021.

Baru setahun menjabat, Abdul Latif dicokok petugas KPK pada Kamis (4/1/2018) karena diduga menerima uang sebesar Rp3,6 miliar dari kontraktor pembangunan ruangan perawatan kelas II, kelas I, VIP dan super VIP pada rumah sakit umum daerah setempat.

Uang sebesar Rp3,6 miliar tersebut merupakan komitmen fee 7,5% dari total nilai proyek pembangunan berbagai fasilitas rumah sakit. KPK menduga ada sejumlah proyek lain di kabupaten tersebut yang menggunakna modus serupa untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami