Hukum

KPK Perpanjang Masa Tahanan Auditor BPK

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa tahanan Auditor Madya pada Sub Auditorat VII Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), tersangka Sigit Yugoharto dalam kasus suap satu Harley Sportser 883 seharga Rp 115 juta.

“Kasus indikasi suap terhadap auditor BPK dari pihak Jasa Marga, hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan, terhitung 10 Oktobero-18 November 2017 untuk tersangka SGY,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Senin (9/10).

Selain itu, lanjut Febri, penyidik mencegah dua tersangka yakni Sigit dan General Manager PT Jasa Marga (Persero) Cabang Purbaleunyi, Setia Budi, bepergian ke luar negeri. Pencegahan dilakukan sejak 6 September 2017.

“Sudah dicegah ke luar negeri sejak 6 September 2017 untuk 6 bulan ke depan. Jadi untuk satu orang tersangka masih kita proses, selain satu orang lainnya yang sedang dalam proses penahanan,” katanya.

KPK menetapkan Sigit Yugoharto dan Setia Budi sebagai tersangka setelah menemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana suap dan meningkatkan kasusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Penyuapan itu untuk memengaruhi audit Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas pengelolaan Keuangan Kantor Cabang PT Jasa Marga (Persero) Purbaleunyi tahun 2017 yang sedang dilakukan BPK.

“Diduga pemberian hadiah itu terkait dengan pelaksanaan tugas pemeriksaan yang dilakukan tim BPK yang diketahui SGY terhadap Kantor Cabang Jasa Marga Purbaleunyi,” kata Febri beberapa waktu lalu.

BPK melakukan audit PDTT soal temuan kelebihan pembayaran terkait pekerjaan pemeliharaan periodik, rekonstruksi jalan, dan pengecatan marka jalan yang tidak sesuai dan tidak dapat diyakini kewajarannya dalam pengelolaan keuangan kantor cabang PT Jasa Marga (Persero) Purbaleunyi tahun 2015-2016.

Selaku pemberi suap, Setia Budi disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Sigit selaku penerima suap, disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus ini, penyidik sudah menjebloskan tersangka Sigit ke dalam sel Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan, Rabu (20/9). Kemudian, penyidik juga menyita sepeda motor Harley.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami