Hukum

KPK Punya Bukti Wali Kota Madiun Samarkan Aset

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti dugaan Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, menyamarkan harta kekayaannya dengan mengatasnamakan lahan dan bangunan sebagai milik anak dan istrinya.

“Kita temukan info aset tanah dan bangunan atas nama anak dan istri, juga rekening. Oleh karena itu, kita dalami lebih lanjut dari mana asal usul uang ketika aset dbeli dan kapan dibeli,” kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, di Jakarta, Selasa (28/2).

Untuk mengungkapnya, penyidik KPK memeriksa putra dan istri tersangka Bambang, yakni Bonie Laksmana dan E Suliestyawati. “Hari ini diperiksa dua saksi swasta, namun ada hubungan keluarga istri dan anak,” katanya.

Penyidik menyakan soal bagaimana putra dan istri Bambang yang diperiksa sebagai saksi, memperoleh aset-aset tersebut. “Saksi yang dperiksa, mereka tentu klarifikasi bagaimana peristiwa pembelian aset itu apakah saksi tahu asal usul uang itu. Ini sangat penting karena kebutuhan terbalik di persidangan dan saksi wajib kasih keterangan secara benar,” imbaunya.

Febri memastikan, penyidik tidak mengkonfrontir Bonie Laksmana dan E Suliestyawati. “Informasi tidak kami terima, tapi kami dalami asal usut aset dan peristiwa latar belakang itu kita ingin maksimalkan penyidikan ini,” ujarnya.

KPK menetapkan Bambang sebagai tersangka pencucian uang. Sebelum menyandang status ini, Bambang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi turut serta dalam proyek pengadaan atau menerima hadiah atau janji terkait pembangunan Pasar Besar Madiun. Nilai proyeknya sejumlah Rp 76,5 milyar. Bambang disangka melanggar pasal 12 huruf iĀ atau 12B atau 11 UU Pemberantasan Tindak Korupsi. “Ini perkara pertama yang dikenakan kepada BI,” katanya.

Kemudian tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya atau berlawanan dengan tugasnya sebagai wali kota Madiun periode 2009-2014 dan 2014-2019. KPK menyangka Bambang melanggar Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KPK telah menyita uang sejumlah Rp 6,3 milyar dan US$ 64.461 atau sekitar Rp 1,1 milyar milik tersangka Bambang terkait kasus dugaan pencucian uang. Uang Rp 6,3 milyar itu dalam bentuk tabungan dan deposito.

Kemudian, menyita empat mobil mewah yakni Hummer, Mini Cooper, Range Rover, dan Jeep Wrangler. Mobil mewah itu disita dari rumah dinas wali kota Madiun, rumah pribadi Bambang, dan anaknya.

Selain itu, enam bidang tanah dan satu unit ruko yang juga diduga hasil dari korupsi Bambang. Febri menegaskan, penyitaan terhadap tanah-tanah itu beserta dengan bangunan yang berada di atas tanah tersebut, termasuk Kantor DPC Demokrat yang berada di Jalan Ahmad Yani.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami