HEADLINES

KPK Segel Mobil dan 1 Ruangan di PN Jaksel

BTN iklan

Jakarta, LEI – Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel mobil milik panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) inisial T dan juga satu ruangan di pengadilan tersebut.

“Yang pasti, ada OTT itu bahkan untuk kegiatan pembuktian segel satu mobil di sana dan juga satu ruangan yang disegel,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Tim Satgas menyegel mobil dan satu ruangan tersebut untuk mengamankan barang bukti terkait penyuapan terhadap panitera pengganti inisial T yang diduga dilakukan dua orang advokat.

“Barang-barang yang kita segel atau ruangan yang kita segel seperti tindakan pengamanan awal terhadap bukti-bukti yang dibutuhkan nantinya. Jadi di ruangan bisa terdapat bukti-bukti di sana,” katanya.

Setelah kasusnya dinaikkan ke penyidikan, baru penyidik akan melakukan penggeledahan terhadap mobil dan satu ruangan PN Jaksel tersebut.

“Nanti ketika setelah penyidikan dilakukan, ada tindakan lain yang bisa dilakukan, termasuk juga mobil-mobil atau barang lain yang dilakukan penyegelan. Saat ini kita konfirmasi satu mobil dan satu ruangan yang kita segel,” ujarnya.

Ketika wartawan menanyakan ruangan siapa yang disegel, Febri mengaku belum bisa menyampaikan. “Nanti kita infokan lebih lanjut. Baru bisa share info itu sebagai info awal dan konfirmasi tentang OTT KPK,” katanya.

Sedangkan apakah petugas KPK sudah melakukan penggeledahan, Febri mengungkapkan, jika pun ada kegiatan tersebut pihaknya tidak akan menyampaikan terlebih dahulu kepada publik.

“Lokasi kalaupun ada yang akan kita geledah, tentu tidak akan kita sebutkan, tapi dalam kegiatan proses seperti OTT ini masih di tahap penyelidikan. Tentu kita lakukan kegiatan-kegiatan sepanjang kewenangan kita di KUHAP,” katanya.

Sedangkan apakah kedua avokat yang ditangkap itu mewakili satu perusahaan atau korporasi, Febri mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan karena KPK masih melakukan pemeriksaan.

“Belum bisa kita sampaikan saat ini. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih dahulu. Karena itulah KPK minta waktu juga sekitar paling lama sekitar 24 jam setelah OTT ini dilakukan, sebelum kami umumkan secara lebih rinci apa informasi yang bisa disampaikan,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami