HukumNasional

KPK Selenggarakan FGD Penyelamatan Aset KAI

BTN iklan

Jakarta, LEI – KPK menyelenggarakan Forum Diskusi Kelompok (FGD) dengan Kementerian Perhubungan, Ketementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) membahas penyelematan aset KAI.

“Hari ini, KPK selenggarakan FGD dengan KAI, Kemenhub, dan BPN untuk membahas aset KAI, yaitu ruang milik jalan atau ‘rumija’ sekitar enam meter sepanjang rel di seluruh Indonesia. Telah teridentifikasi sekitar 5.500 hektare di seluruh Indonesia dengan nilai sekitar Rp14 triliun,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.

Febri menyatakan bahwa masih terjadi pencatatan ganda antara KAI dengan Kemenhub yang diduga terjadi sejak 2007 sehingga perlu dibahas untuk memaksimalkan penerimaan negara dari penggunaan “rumija” tersebut.

“Misalnya, ada pihak swasta yang menggunakan ruang di pinggir rel kereta api seperti kabel, pipa atau yang lain. Masih ada kendala dalam pembayaran karena adanya perbedaan pandangan tentang pencatatan aset itu. Apakah aset KAI atau Kemenhub karena keduanya mencatat sebagai aset Rp14 triliun itu,” ungkap Febri.

Saat ini, kata dia, dari informasi yang pihaknya terima, penerimaan KAI dari “rumija” yang dihitung sebesar Rp744 miliar pertahun sebagiannya tertunggak karena sengketa itu, yaitu sekitar Rp144 miliar.

“Jadi peran KPK di sini adalah menjalankan fungsi “trigger mechanisme” di bidang pencegahan agar kepemilikan aset lebih jelas dan penerimaan negara lebih maksimal,” tuturnya.

Forum Diskusi Kelompok tersebut akan diselenggarakan pada Senin dan Selasa (19/12).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR M Noor Marzuki pun mengungkapkan bahwa pertemuan dengan KPK kali ini terkait penyelematan aset KAI tersebut.

“Kami akan bertemu dengan KPK untuk membicarakan atau menertibkan aset-aset KAI yang banyak diokupasi oleh masyarakat. Kami akan cari skema-skema untuk penyelamatan baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Cari “win-win solution”-nya yang terbaik,” kata dia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami