Hukum

KPK Siap Usut Pelaku Lainnya dalam Kasus Korupsi e-KTP

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari putusan hakim terhadap terdakwa Setya Novanto dalam perkara korupsi e-KTP untuk menyeret pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus megakorupsi ini.

“Nanti begitu kami terima kami akan pelajari untuk melihat lebih lanjut siapa saja pihak-pihak lain yang masih harus mempertanggung jawabkan perbuatannya terkait dengan proyek KTP-elektronik,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

KPK akan mempelajari putusan tersebut karena tak memungkiri masih banyak pihak yang diduga terlibat dalam kasus megakorupsi ini. Pihak yang diduga terlibat di antaranya adalah yang bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dengan Setya Novanto.

Selain pihak yang diduga bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi, KPK juga akan mengusut pihak-pihak yang diduga mendapatkan aliran dana atau diperkaya dari proyek ini.

“Peran mereka tentu harus dilihat secara lebih rinci sampai akhirnya perlu dilakukan pengembangan penanganan perkara ini,” ujar Febri.

Menurut Febri, KPK telah beberapa kali menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan hanya berhenti sampai terdakwa Setya Novanto karena masih ada beberapa pihak lain yang diduga terlibat..

“Kami sampaikan, tidak akan berhenti pada Setya Novanto, apalagi sekarang kita sedang proses tiga orang tersangka ada satu anggota DPR dan dua pengusaha,” katanya.

KPK akan melihat peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam kasus tindak padana korupsiĀ  e-KTP ini. Bahkan, KPK tidak menurup kemungkinan untuk menjerat kembali Setya Novanto sebagai tersangka tindak pidana pencucuan uang.

“Kami tentu akan melihat peran pihak-pihak lain, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana lain selain tindak pidana korupsi yang menjadi kewenangan KPK,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 3 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami