BTN iklan
Hukum

KPK: Suap Eni Saragih Terkait Proyek Listrik 35 Ribu MW

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan penangkapan terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eni Maulani Saragih melalui operasi tangkap tangan (OTT) itu terkait dengan kasus suap program listrik 35.000 Mega Watt (MW).

“Iya, iya (terkait dengan proyek listrik 35.000 Mega Watt/MW),” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di Jakarta, Sabtu (14/7/2018), saat dikonfirmasi wartawan soal operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Eni.

Saut menyampaikan pernyataan tersebut saat diminta konfirmasi apakah penangkapan Eni di rumah dinas Mensos Idrus Marham itu apakah karena transaksi suapnya terjadi di sana.

“Nanti di konferensi pers saja, tunggu sebentar, dikit lagi aja, karena supaya transparan, terbuka, dan adil buat media yang lain juga. Nanti konferensi pers akan kita sampaikan secara detail,” katanya.

Kemudian Saut meminta pertanyaannya fokus ke hal lain yang tidak terkat teknis. “Fokus yang lain saja deh yang ada kaitan bagaimana proyek 35 ribu Mega Watt listrik yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Saat menjelaskan, setelah dengan 4 orang lainnya dilantik sebagai jajaran pimpinan KPK, pihaknya berkomitmen untuk memastikan berbagai proyek di bidang energi harus sesuai dengan hukum atau bersih dari tindak pidana korupsi.

“Ya itu sudah kerjaaan kita dari awal sejak kami masuk berlima itu, energi itu menjadi prioritas kami berlima. Kemudian pemerintahnya mempunyai program 35 ribu mega watt,” katanya.

Terkait proyek 35.000 MW tersebut, lanjut Saut, sejak tahun 2016 lalu KPK telah melakukan berbagai pertemuan dengan banyak pihak selaku stakeholder, mulai dari Komisi VII DPR RI yang membidangi energi.

“Kami juga memanggil kementerian, BUMN terkait (PLN), juga ada pertemuan Oktober 2017 kemarin. Bahkan di situ kita bicara risiko-risiko yang mungkin muncul dari Rp 1.000 triliun lebih yang akan dikerahkan ke proyek 35.000 Mega Watt,” kata Saut.

Oleh karena itu, pengawasan KPK terhadap proyek ini dari awal sangat detail karena besarnya pekerjaan dan dana yang digelontorkan. “Nanti dijelaskan dalam konferensi pers seperti apa akhirnya KPK menemukan temuan,” ujarnya.

Kemudian, kata Saut, soal siapa yang kemungkinan terlibat suap dalam proyek ini, pihaknya belum bisa menyampaikan, karena ini akan disampaikan pada konferensi pers yang akan dilaksanakan seusai salat magrib.

“Nanti detailnya disampaikan lagi. Tapi kan kalau bicara suap kan ada pemberi dan penerima. Nah, kalau kita bicara pengadaan barang, pasti ada pihak swastanya. Kemudian swastanya seperti apa menjalankannya. Terus kemudian kami menerima pengaduan, kemudian melakukan penindakan, nanti di konferensi pers akan lebih detail,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close