Hukum

KPK Tak Tutup Kemungkinan Tambah Tersangka Suap PUPR

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup kemungkinan akan menambah tersangka kasus suap proyek pembangunan jalan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Bahwa ada info lain yang kemudian indikasinya cukup kuat, tidak menutup kemungkinan kita kembangkan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Untuk saat ini, lanjut Febri, pihaknya fokus pada penyidikan pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari F-PKS, Yudi Widiana Adia dan dari F-PKB, Musa Zainuddin.

“Perkaranya masih berjalan sampai dengan hari ini dan memang ini pihak-pihak yang diproses itu dari partai atau fraksi yang berbeda-beda. Untuk sekarang kita fokus tersangka yang sudah ada,” katanya.

Hari ini, penyidik memeriksa tersangka Yudi. “Jadi YWA (Yudi Widiana Adia) hari ini diperiksa sebagai tersangka untuk kita mengkonfirmasi beberapa hal, baik terkait adanya indikasi alirana dana ke sejumlah pihak,” kata Febri.

KPK menetapkan Yudi Widiana Adia sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan pada Kementerian PUPR bersama dengan Politikus PKB, Musa Zainuddin dan belum dijebloskan ke sel tahanan.

Yudi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima uang suap dari Direktur PT Cahaya Mas Perkasa, Sok Kok Seng alias Aseng sebesar Rp 4 milyar. Uang suap ini, diduga untuk mengatur jalannya dana aspirasi DPR untuk proyek pembangunan ruas jalan milik Kemen-PUPR di daerah Maluku dan Maluku Utara.

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka Yudi melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close