Hukum

KPK Tambah 2 Tersangka Jual-Beli Jabatan di Pemkab Klaten

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menambah dua tersangka kasus suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah (Jateng).

“Kasus pengisian jabatan di Pemkab Klaten, kita menetapkan 2 tersangka, terkait mutasi Klaten, KPK tetapkan 2 orang,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (26/7/2017)

Kedua tersangka baru tersebut yakni Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Bambang Teguh Satya, dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Sudirno. Penetapan kedua pesakitan itu merupakan pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten, Sri Hartini.

“Ini adalah pengembangan dalam OTT sebelumnya. BTS (Bambang Teguh Satya) terkait promosi PNS dan kepala sekolah SMP di Kabupaten Klaten,” kata Febri.

KPK menetapkan Bambang Teguh Satya sebagai tersangka karena diduga bersama-sama Sri Hartini menerina hadiah atau janji alias suap dari Suramlan terkait mutasi kepala sekolah.

Sedangkan Sudirno, diduga menerima hadiah atau janji atau suap terkait proyek di Dinas Pendidikan Klaten tahun anggaran 2016. Sudirno dalam sidang kasus Sri Hartini, mengaku pernah memberikan uang Rp 750 juta kepada Sri dari pungutan terhadap sejumlah rekanan.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Bambang Teguh Satya melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan Sudirno, dijerat Pasal Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini jual-beli jabatan di Pemkab Klaten itu terbongkar setelah KPK melakukan OTT di Klaten. Kemudian menetapkan Bupati Klaten, Sri Hartini; dan Kepala Seksi Sekolah Menengah Atas (Kasi SMP) Dinas Pendidikan Klaten, Suramlan; sebagai tersangka.

Dalam penangkapan tersebut, Satgas KPK selain menangkap dua orang di atas, juga menyita uang setara Rp 2 milyar dalam pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 yang dimasukkan ke dalam dua kardus air mineral kemasan, serta US$ 5,700, dan SGD sebesar 2.035.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami