Hukum

KPK Tangkap Direktur Keuangan PT PAL Saat Tiba di Indonesia

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencocok Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar, ketika yang bersangkutan baru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Senin (3/4), mengatakan, penyidik menangkap yang bersangkutan sekitar pukul 17.00 WIB, hari Sabtu kemarin setelah tiba dari Korea Selatan (Korsel).

“Sejak hari Sabtu hingga hari ini ada kegiatan penyidikan. Pertama, penyidi melakukan penangkapan terhadap SAR di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu sore, jam 5. Yang bersangkutan baru datang dari Korsel,” kata Febri.

Setelah melakukan penangkapan, penyidik membawa tersangka Saiful Anwar untuk diperiksa secara intensif. “Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, ia ditahan di Rutan Polres Jakpus,” ujar Febri.

Saiful Anwar merupakan salah satu tersangka kasus suap fee penjualan dua buah kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) buatan PT PAL Indonesia untuk Kementerian Pertahanan Filipina.

Dalam kasus suap ini, KPK menetapkan 4 orang tersangka yakni Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin; Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar; General Manager (GM) Treasury PT PAL, Arief Cahyana; dan Agus Nugroho selaku perantara suap AS Incorporation.

Dalam OTT itu KPK menyita uang sejumlah US$ 25,000 sebagai suap dari AS Incorporation untuk para pejabat PT PAL Indonesia. Dalam perjanjian penjualan dua kapal SSV tersebut, AS Incorporation mendapatkan fee sebesar 4,75% dari nilai kontrak pembelian sejumlah US$ 86,96 juta. Fee itu di antanya 1,25% untuk oknum pejabat PT PAL.

KPK menyangka Agus selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Adapun Firmansyah, Arief, dan Saiful Anwar, KPK menyangkanya melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami