Hukum

KPK Tangkap Seorang Petugas Gadungan di Cianjur

BTN iklan

 JAKARTA(lei)  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan seorang berinisial M di Cianjur, Jawa Barat, lantaran mengaku sebagai petugas dari lembaga antikorupsi tersebut.

Tepat delapan hari setelah operasi tangkap tangan terjadi di daerah tersebut, seorang petugas KPK gadungan ditangkap pada Kamis (20/12/2018).

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat tentang adanya dugaan aktivitas orang yang mengaku tim OTT KPK di Cianjur. KPK kemudian melakukan pengecekan di lokasi.

“Orang dengan inisial M tersebut mengaku petugas KPK yang ikut dalam OTT terhadap Bupati Cianjur dan kawan-kawan sebelumnya,” ujar Yuyuk Andriati Iskak, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Jumat (21/12/2018).

Pelaku diduga menghubungi pejabat di Cianjur lalu mengatakan punya banyak teman yang bisa membantu mengurus perkara dan meminta sejumlah uang, lanjutnya.

Saat diamankan KPK menemukan barang bukti berupa:
•KTP (usia 72 thn)
•Lencana bertuliskan “Konsultan Mabes Polri”
•Kartu ATM BCA yang diduga digunakan menerima transfer uang sekitar Rp30 juta dari pihak Wakil Bupati Cianjur. Diduga sebelumnya upaya pemerasan tersebut telah dilakukan terhadap Wakil Bupati dan sejumlah pejabat di Cianjur.
•Uang tunai Rp2 juta rupiah dari mantan pejabat Cianjur yang diserahkan semalam di TKP.

Saat ini pelaku sedang diamankan di Polres Cianjur untuk dilakukan proses lebih lanjut.

“KPK memperingatkan pada seluruh pihak agar tidak mencoba ataupun melakukan tindakan mengaku-mengaku seolah-olah pegawai KPK, memeras atau meminta uang pada para Pejabat baik di Pusat dan Daerah,” tegas Yuyuk.

Sebelumnya, KPK juga telah menemukan sejumlah pelaku pemerasan dan penipuan yang menggunakan identitas dengan logo mirip dengan KPK.

Pada September lalu, sebuah website bernama kpk-online.com memuat berita berjudul Dirut PLN dan Dirut Pertamina Jadi Tersangka.

Beberapa saat setelah berita muncul ke publik, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan dirinya tidak pernah diwawancarai oleh pihak-pihak yang mengaku dari pengelola website tersebut seperti yang ada di isi pemberitaan.

KPK mengimbau pada para pegawai negeri dan penyelenggara negara termasuk pihak swasta atau pihak lain untuk bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai KPK dan menolak jika ada permintaan uang atau fasilitas-fasilitas tertentu serta segera melaporkan ke KPK atau kantor Kepolisian setempat jika hal tersebut terjadi.

KPK juga telah bekerjasama dengan Polri dalam menangani sejumlah tindakan penipuan dengan modus “KPK Gadungan” ini.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close