Hukum

KPK Terbitkan Surat Penangkapan Setya Novanto

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto terkait statusnya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP yang merugikan keuangan negara sejumlah Rp 2,3 trilyun.

“KPK menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap saudara SN dalam proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi KTP elektronik,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di KPK, Jakarta, Kamis dinihari (16/11/2017).

Febri menjelaskan, KPK menerbitkan surat penangkapan tersebut karena Setya Novanto
sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi tersangka Anang Sugiana Sudihardjo selaku Direktur Utama (Dirut) PT Quadra Solution.

“Saudara SN sudah pernah kita panggil sebanyak 3 kali sebagai saksi untuk tersangka ASS. Namun ketiga-tiganya tidak datang meskipun sudah disampaikan pemberitahuan terkait ketidakhadiran tersebut,” katanya.

Selain itu, Novanto juga tidak memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada hari Rabu (14/11/2017). Novanto tidak memenuhi panggilan meski menyampaikan alasan ketidakhadirannya.

“Namun sebagaimana yang kami informasikan bahwa alasan ketidakhadiran terkait hak imunitas (sebagai anggota DPR) dan (perlu) izin presiden, tidak relevan,” ujarnya.

Karena itu, KPK menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Novanto untuk kepentingan penyidikan kasus korupsi e-KTP. “Maka karena ada kebutuhan penyidikan dan faktor-faktor yang saya sampaikan tadi, KPK menerbitkan surat perintah penangkapan,” katanya.

Febri membenarkan bahwa kedatangan tim penyidik KPK di rumah Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan, itu dalam rangka mencari dan menangkap Novanto. “Saat ini tim masih melakukan tugas tersebut untuk melakukan pencarian terhadap saudara SN,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut KPK berkoordinasi dengan Polri. “Pimpinan KPK telah berkoordinasi dengan Kapolri, Wakapolri, dan juga Kakor Brimob, dan kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari Polri dalam setiap upaya penindakan yang dilakukan oleh KPK,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami