Hukum

KPK Tetapkan 3 Pejabat PAL Tersangka Gratifikasi

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT PAL Indonesia masing-masing M Firmansyah Arifin dan Saiful Anwar serta Kepala Divisi Perbendaharaan PT PAL Indonesia, Arief Cahyana sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Senin petang (10/7/2017), mengatakan, KPK menetapkan ketiga pejabat tersebut karena diduga menerima gratifikasi dari sejumlah pihak terkait jabatannya.

“Ketiga tersangka diduga telah menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,” kata Febri.

Dalam kasus ini, penyidik telah menyita uang sejumlah Rp 230 juta dan menelisik dugaan penerimaan uang lainnya serta menelisik pihak yang memberikan gratifikasi.

“Penyidik masih terus mendalami perkara ini. Jadi selain penanganan perkara yang sedang berjalan, pengembangan-pengembangan perkara juga dilakukan, baik melihat tindak pidana korupsi lain yang terkait atau pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara ini,” kata Febri.

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka ketiganya melanggar Pasal 12 B Undan-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penetapan ketiga tersangka dalam kasus gratifikasi ini merupakan pengembangan dari kasus penerimaan hadiah atau janji alis suap yang telah menjerat mereka dalam terkait fee agensi penjualan 2 kapal perang Strategi Sealift Vessel (SSV) kepada pemerintah Filipina. Suap itu dari perusahaan agensi Ashanti Sales Incorporation (AS Inc).

“Sebelumnya, tiga tersangka ini, MFA, AC, dan SAR telah juga ditetapkan sebagai tersangka dalam indikasi menerima hadiah atau janji terkait penunjukkan AS Inc sebagai agen eksekusif PT PAL Indonesia dalam pengadaan kapal SSV untuk pemerintahan Filipina 2014-2017,” kata Febri.

Dalam kasus suap fee agensi penjualan dua kapal perang dari Ashanti Sales Incorporation (AS Inc) kepada petinggi PT PAL Indonesia ini, KPK telah menetapkan 4 orang tersangka yakni Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin; Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar; General Manager (GM) Treasury PT PAL, Arief Cahyana; dan Direktur Umum PT Pirusa Sejati, Agus Nugroho selaku perantara suap AS Inc.

Suap ini terbongkar setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Petugas mengamankan uang sejumlah US$ 25,000 sebagai suap dari AS Inc untuk para pejabat PT PAL Indonesia.

Dalam perjanjian penjualan dua kapal SSV buatan PT PAL Indonesia tersebut, AS Inc mendapatkan fee sebesar 4,75% dari kontrak penjualan senilai US$ 86,96 juta. Tapi ternyata, 4,75% itu sudah mencakup fee untuk oknum pejabat PT PAL sejumlah 1,25%.

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka Agus selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan terhadap penerima suap, yakni Firmansyah, Arief, dan Saiful Anwar, KPK menyangkanya melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami