Hukum

KPK Tetapkan 6 Tersangka Hasil OTT di Surabaya

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan eman tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur, setelah melakukan pemeriksaan intensfi 1×24 jam.

“KPK tingkatkan status ke penyidikan dengan tetapkan 6 tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di KPK, Jakarta, Selasa (6/6/2016).

Keenam tersangkanya adalah Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra, Mochamad Basuki; Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Provinsi Jatim, Bambang Heryanto; Kadis Peternakan, Rohayati; dua Staf DPRD Jatim, Rahman Agung dan Santoso; serta ajudan Kadis Pertanian, Anang Basuki Rahmat.

“Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dan gelar perkara, disimpulkan dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian janji atau hadiah. KPK tingkatkan status ke penyidikan dengan enam tersangka,” kata Basaria.

Pemberian hadiah atau janji alias suap itu terkait tugas pengawasan dan pemantauan terhadap revisi peraturan daerah (Perda) dan penggunaan anggaran tahun 2017.

Dalam OTT di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa kemarin (5/6), Satgas KPK menyita uang sejumlah Rp 150 juta dalam pecahan Rp 100.000 dari Rahman Agung di Ruang Komisi B DPRD Jawa Timur.

Uang itu disimpan dalam tas kertas setelah diserahkan oleh Anang Basuki Rahmat. Anang merupakan perantara Bambang Heriyanto. Uang tersebut rencananya akan diserahkan Rahman Agung kepada Basuki.

“Diduga uang itu pembayaran triwulanan kedua dari total komitmen Rp 600 juta di setiap kepala dinas diberikan kepada DPR terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan provinsi Jatim tentang penggungaan anggaran tahun 2017,” ujar Basaria.

Sebelumnya, pada akhir Mei 2017, Basuki juga diduga telah menerima sejumlah uang sebesar Rp 100 juta dari Rohayati terkait pembahasan revisi Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang pengendalian ternak sapi dan kerbau betina produktif.

Bukan hanya itu, Basuki juga menerima Rp 50 juta dari Kadis Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur dan Rp 100 juta dari Kadis Perkebunan. “Pada triwulan pertama, (Basuki juga menerima) Rp 100 juta dari Kadis Pertanian Jawa Timur,” ujar Basaria.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Bambang Heryanto, Anang Basuki Rahmat, dan Rohayati selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan untuk Mochammad Basuki, Santoso, dan Rahman Agung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.‎

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Comments

  1. Hello there, I discovered your website via Google even as looking
    for a similar subject, your site came up, it looks great.
    I have bookmarked it in my google bookmarks.
    Hi there, simply became alert to your weblog via Google, and
    found that it is really informative. I am gonna be careful for brussels.
    I will appreciate for those who proceed this in future. Many folks can be benefited from your writing.
    Cheers!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami