Hukum

KPK Tetapkan Anggota DPR Markus Nari Tersangka e-KTP

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menambah satu tersangka korupsi e-KTP setelah menetapkan Ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka. Satu tersangka baru itu adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar bernama Markus Nari.

“KPK menetapkan MN [Markus Nari], anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (19/7/2017).

KPK menetapkan Markus Nari sebagai tersangka setelah mencermati fakta sidang e-KTP yang membelit terdakwa Irman dan Sugiharto dan menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan ke tahap penyidikan.

Legislator dari Partai Golkar itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam proyek e-KTP bersama sejumlah pihak.

Markus Nari diduga menerima uang sejumlah Rp 4 milyar untuk memuluskan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran perpanjangan proyek e-KTP tahun 2013 sebesar Rp 1,4 trilyun.

Penerimaan uang sejumlah Rp 4 milyar itu diduga berawal dari permintaan uang Rp 5 milyar dari Markus kepada Irman selaku pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “MN (Markus Nari) diduga meminta uang kepada Irman sebanyak Rp 5 milyar,” kata Febri.

KPK menyangka Markus Nari melanggar Pasal 3 atau 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Markus Nari sebagai tersangka karena diduga merintangi atau menghalang-halangi penyidikan kasus e-KTP dengan cara memengaruhi Miryam S Haryani dan salah satu tersangka kasus korupsi e-KTP yang kini berstatus terdakwa.

KPK menyangka Markus melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami