Hukum

KPK Tetapkan Bupati Hulu Sungai Tengah Tersangka Suap RS Damanhuri

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetakan Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif, sebagai tersangka karena diduga menerima suap terkaiyt pengadaan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit (RS) Damanhuri Baranai tahun 2017.

Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam konferensi pers di KPK, Jakarta, Jumat (5/1/2018), mengatakan, orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel) itu bersama 3 orang tersangka lainnya.

“Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan empat tersangka,” ujar Agus.

Adapun empat orang tersangkanya adalah Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latief, Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Hulu Sungai Tengah Fauzan Rifani, Dirut PT Sugriwa Agung Abdul Basit, dan Direktur Utama PT Menara Agung Donny Winoto.

Menurut Agus, ada komitmen pemberian uang sebesar 7,5% atau sekitar Rp 3,6 milyar sebagai fee proyek pembangunan ruang Klas I, II, VIP, dan Super VIP RSUD Damanhuri Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

KPK, lanjut Agus, telah memantau adanya sejumlah komunikasi beberapa pihak terkait pembicaraan fee proyek. Dari infomasi tersebut, kemudian melakukan operasi tangkap tangan.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Latief, Fauzan, dan Abdul Basit selaku penerima suap melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan Donny Winoto selaku pemberi suap disangka melanggar Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − eight =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami