Hukum

KPK Tetapkan Pejabat Bakamla Tersangka Suap Satelit Monitoring

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menambah satu orang tersangka kasus suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut, yakni Nofel Hadi selaku Kepala Biro Perencanaan dan Organisais Badan Keamanan Laut (Bakamla).

“KPK tetapkan satu orang lagi sebagai tersangka yaitu NH (Nofel Hadi), Kabiro Perencanaan dan Organisasi Bakamla RI sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (12/4/2017).

KPK menetapkan Nofel sebagai tersangka karena diduga bersama-sama tiga pejabat Bakamla, menerima suap dari Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah dan dua anak buahnya yakni Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus.

“Tersangka NH sebagai Kabiro Perencanaan dan Organisasi, sekaligus PPK, diduga bersama-sama terima hadiah atau janji.¬† Padahal diketahui atau patut diduga pemberian hadiah untuk menggerakan atau tidak menggerakkan terkait proses pengadaan satelit monitor di Bakamla dengan nilai kontrak Rp 220 milyar. Dugaan penerimaan hadiah NH adalah 104.500 USD,” kata Febri.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Nofel melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jucto Pasal 55 Ayat 1 ke-1,” katanya.

Menurut Febri, Nofel merupakan tersangka kelima dalam kasus ini, setelah sebelumnya penyidik KPK menetapkan 4 orang tersangka, yakni Fahmi Darmawansyah dan dua anak buahnya, yakni Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus, serta  Eko Susilo Hadi selaku Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla.

“(NH) tersangka kelima dalam kasus ini. KPK sebelumnya tetapkan 4 tersangka, tiga sudah terdakwa. Penetapan 4 tersangka berawal dari OTT pada pertengahan Desember 2016,” kata Febri.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami