Hukum

Kredit Cair, Kemudian Pailit

BTN iklan

Jakarta/Lei – Dalam beberapa tahun terakhir, boleh disebut tiga tahun terakhir, kinerja industri perbankan boleh disebut kurang moncer. Penyaluran kredit berjalan lambat dan terjadi tren kenaikkan kredit bermasalah (non performing loan).

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai kredit bermasalah di industri perbankan nasional pada 2016 mencapai Rp128,13 triliun. Nilai itu terus naik dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2014, NPL bank tercatat senilai Rp79,34 triliun dan pada 2015 sebesar Rp100,93 triliun.

Kredit bermasalah di jenis modal kerja paling besar senilai Rp73,59 triliun, lalu investasi sebesar Rp36,12 triliun, dan konsumsi senilai Rp18,42 triliun.

Sepanjang tahun lalu, nilai kredit yang disalurkan kepada pihak ketiga mencapai Rp4.377,19 triliun. Jika disandingkan, rasio NPL terhadap penyaluran kredit kira-kira sekitar 2,30%. Bagi industri perbankan, rasio ini acapkali masih dinilai wajar dan di bawah batas ‘merah’ 5%.

Penyebab kredit bermasalah ini beragam. Ada yang nasabahnya memiliki persoalan dalam kegiatan usaha akibat dampak ekonomi. Ada yang memang perlu melakukan perpanjangan tenor dan restrukturisasi.

Selain itu, ada pula yang banknya kena tipu oleh sindikat kredit palsu. Soal kredit palsu ini bukan isapan jempol. Nyata benar-benar terjadi. Dokumen untuk pengajuan pinjaman dan asetnya, semuanya palsu alias hanya rekaan.

Pada Kamis (9/3), Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri mensinyalir adanya modus operandi baru dalam pembobolan bank. Polri mengungkap satu perusahaan, PT Rockit Aldeway terlibat dalam tindak penipuan bank.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Agung Setya mengatakan Polri telah mendalami dan mengambil langkah hukum atas tindak penipuan perbankan yang menyebabkan rasio kredit bermasalah menjadi tinggi.

“Kami ketahui, NPL tinggi ini muncul karena fraud terkait kredit. Banyak modusnya, dan modus ini cukup baru di sini, yang kami tahu sebelumnya belum terlihat,” ujarnya.

Modus baru dalam membobol bank itu dengan cara Rockit Aldeway, perusahaan penyedia dan pengolah batu split, mengajukan kredit ke bank, lalu mempailitkan perusahaan itu sendiri guna menghindari kewajiban pelunasan kredit.

Menurutnya, perusahaan itu tidak sekadar mengajukan pinjaman kredit ke satu bank. “Ada tujuh bank, kurang lebihnya. Bisa bertambah. Ada bank pemerintah dan bank swasta. Sebagaimana pengajuan kredit yang normal adalah, pemohon mengajukan permohonan kredit kepada pihak bank, lalu akan diterimarepresentative kredit manager,” jelas Agung.

Umumnya, perusahaan yang mengajukan kredit harus melengkapi dokumen pendukung, dokumen permohonan, dan dilengkapi dengan agunan. Dokumen itu kemudian di cek kebenarannya oleh pihak bank.

“Di sini pelaku mengajukan kredit modal kerja. Permohonan kredit yang sudah disurvei itu, lalu pelaku mempengaruhi representatif manajer untuk melakukan hal menyimpang. Sehingga kemudian permohonannya disetujui. Semestinya dilakukan pengecekan, ini tidak dilakukan pengecekan,” katanya.

Rockit Aldeway juga diketahui membuat dokumen pemesanan barang (purchasing order) palsu. Dokumen pemesanan itu untuk mengelabui, seolah-olah ada pesanan yang masuk ke Rockit Aldeway.

Kasus itu terjadi antara Maret—Desember 2015. Nilai kredit yang diajukan totalnya mencapai Rp836 miliar. “Kemungkinan ada dana lain yang sedang dilakukan penyelidikan. Total mungkin bisa mencapai Rp1,7 triliun,” tegasnya.

Dalam kasus itu, Bareskirm Polri menetapkan HS dari Rockit Aldeway dan H yang diduga oknum manajer bank yang turut meloloskan kredit.

“HS ini yang mempailitkan Rockit Aldeway untuk bisa kemudian menghidari kewajiban pembayaran kredit yang diterima,” jelasnya.

Menurut Agung, manajer bank yang ikut ditetapkan sebagai tersangka diduga menerima suap dari perusahaan pengaju pinjaman.

Sejauh ini, Bareskrim Polri memang belum menyebutkan ketujuh bank yang dibobol. Namun, ada bank pemerintah dan bank swasta yang menjadi korban fraud itu.

“HS ini dulu kerja di perbankan. Yang dia lakukan adalah memutar uang, bekerja dengan menggunakan dana bank tapi dia melawan hukum. Jadi dia melakukan tindakan ilegal lawan hukum,” ungkap Agung.

Pihak Polri masih mendalami kemana saja aliran dana dari tindak kejahatan itu. Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengembangkan kasus tersebut.

 

bisnis

Perlihatkan Lebih

3 Comments

  1. Roaccutane 5mg Canada Pacription Drugs Order Shipped Ups Stendra Medication Virginia Beach [url=http://xzanax.com][/url] Propecia Ejaculation Cialis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami