Hukum

Kreditur Optimistis First Travel Mampu Berangkat Umrah

BTN iklan

JAKARTA/Lei — Kreditur PT First Anugerah Wisata atau First Travel optimistis debiturnya dapat memenuhi janji-janjinya.

Kuasa hukum dari 6.500 kreditur Anggi Putra Kusuma menyatakan First Travel semakin kooperatif dalam proses PKPU ketimbang di awal-awal persidangan.

Terlilhat dari proposal perdamaian yang diajukan oleh First Travel (debitur). Pertama, skema pemberangkatan umrah ke Mekah dan pengembalian dana (refund) kian jelas

Pihaknya setuju dengan metode yang ditawarkan debitur. Kedua, adanya biro perjalanan umrah yaitu Ananta Tour yang menyatakan siap memberangkatkan jamaah.

“Artinya First Travel menaati anjuran Kementerian Agama untuk memberangkatkan jamaah dengan biro perjalanan lain,” katanya, Senin (6/11/2017).

Kendati begitu, dia mengharapkan adanya pernyataan dari vendor-vendor lain. Pasalnya, dia belum melihat adanya komitmen dari vendor-vendor lainnya.

“Kalau vendor semua sudah bersedia, itu bisa jadi jaminan kepada seluruh kreditur,” ungkapnya.

Kreditur lainnya Sutarno mengaku optimis dengan proses PKPU ini. “Keyakinan kami sudah 70%. Semoga tidak dikecewakan lagi,” katanya.

Sutarno merupakan jamaah yang gagal berangkat pada 2016. Dia memegang tagihan Rp14,3 juta dan memilih tetap berangkat umrah daripada refund.

Dikutip dari proposal perdamaian, debitur membagi kreditur calon jamaah menjadi tujuh kategori. Adapun kategori I yakni calon jamaah VIP dengan tagihan di atas Rp30 juta.

Selanjutnya kategori II yaitu calon jamaah reguler dengan tagihan Rp25 juta-Rp30 juta, kategori III yakni calon jamaah upgrade 1 (Rp17,9 juta-Rp24,9 juta), dan kategori IV calon jamaah upgrade 2 (Rp16,8 juta-iRp17,8 juta).

Selain itu, terdapat pula kategori V yakni jamaah promo dengan tagihan Rp14,3 juta-Rp16,7 juta, kategori VI calon jamaah cicilan Rp14,3 juta dan kategori VII calon jamaah down payment.

Semua pemberangkatan akan dilaksanakan tujuh hari setelah masa pemulihan selama setahun.

Pemberangkatan ke Makkah, Arab Saudi akan dilakukan bertahap dan berturut-turut mulai dari calon jamaah kategori I hingga kategori V selama setahun, terhitung sejak masa pemulihan.

Adapun calon jamaah kategori VI dan VII wajib menambah biaya hingga jumlah sama dengan kategori V. Hal ini berdasarkan asas keadilan seluruh jamaah.

Tujuh kategori jamaah itu adalah jamaah yang belum berangkat hingga 2017. Selanjutnya, jamaah yang dijadwalkan berangkat 2018 harus menunggu setelah jamaah hingga 2017 berangkat seluruhnya.

 

bisnis

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami