Lifestyle

KUA Didesak Hapus Dispensasi Usia Pernikahan

BTN iklan

MAGELANG, (LEI) – Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Lenny N Rosalin mengatakan, banyak faktor penyebab pernikahan anak.

“Faktor utama penyebab pernikahan anak karena kemiskinan dan faktor budaya (tradisi),” ujar Lenny dalam Media Gathering Refeleksi 2017 dan Outlook 2018. Lenny menambahkan, pemahaman orang tua bisa memengaruhi angka pernikahan anak. Orang tua beranggapan menikahkan anak menyelesaikan masalah.

Pemikiran tersebut justru terbalik karena pernikahan dini malah memunculkan masalah baru.

“Masalah yang muncul pada pernikahan anak adalah anak punya anak masih anak-anak. Anak tumbuh stunting, berat badan rendah, muncul kekerasaan dalam rumah tangga (KDRT) sampai perceraian,” kata Lenny.

Dia mengatakan, faktor lain pemicu pernikahan anak muncul karena regulasi. Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan cenderung bertentang dengan UU Perlindungan Anak.

Dalam UU Perkawinan mengatur minimal usia pernikahan 18 tahun. Padahal, menurut dia, usia ideal pernikahan adalah 21 tahun. “Perlu direvisi. Idealnya usai pernikahan untuk perempuan 21 tahun. Kami sudah melakukan dialog dengan kementerian/lembaga terkait,” kata Lenny.

Lenny juga menentang keras dispensasi pernikahan dari Kantor Urusan Agama (KUA). “Dengan alasan apa pun, petugas KUA tidak boleh memberikan dispensasi. Kami juga menuntut dispensasi ini dihapus,” tegas Lenny. [Jawapos]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami