EkonomiTraveling

Kunci Keamanan Penerbangan Angkasa Pura II, Disiplin Protokol Kesehatan.

BTN iklan

LEI, Jakarta– Posisi pandemi ini semua pihak harus bahu membahu dalam pencegahan dampak Covid-19 bagi penggunan jasa penerbangan. Industri penerbangan menjadi salah satu yang paling terpukul oleh pandemi, angka penerbangan turun drastis. Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan penumpang penerbangn internasional pada April 2020 turun sebesar 98,26 %jika dibandingkan April 2019. Memasuki era normal baru, pada Juni 2020, BPS mencatat setidaknya ada 800ribu penumpang yang melakukan perjalanan udara. Angka tersebut naik tajam dibandingkan dengan sebelumnya, dimana hanya ada sekitar 100 ribu penumpang pesawat selama Mei 2020.

Menggeliatnya sektor transportasi ini seiring diterbitkannya Surat Edaran (SE)Dirjen Perhubungan Udara Nomor 13 tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara untuk pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan adanya kebijakan Adaptasi kebiasaan Baru.

Kepala Sub Direktorat Kelaikudaraan Direktorat Jendral Kelaikudaraan dan Pengoprasian pesawat udara, Dirjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Sokhib Al Rokhman, mengatakan kepercayaan publik dalam penggunaan transportasi udara saat ini sudah mulai.

“Sosialisasi terus dilaksanakan terkait amannya transportasi udara di masa Covid-19. Kemudian dibandara tentu meningkatkan kepercayaan publik”. tutur Sokhib dalam dialog industri.

Dalam menghadapi tantangan masa pandemi COvid-19, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan perlunya kerjasama dari semua pihak dalam ekosistem bandara. Dari seektor pengelolaan bandara, pihaknya juga menerapkan beberapa kiat-kiat agar bandara tetap terkelola dengan baik.

 

“Angkasa Pura II ini tidak bisa diam, karena kalau kita diam dengan situasi hantaman yang sangat keras ini, kita hanya bisa menunggu nasib. Kami tidak berhenti berinovasi dan mengembangkan 3hal yang dilakukan selama masa pandemi Covid-19”, ujaarnya. Pertama, fokus pada aspek-aspek cost leadership. Kedua, pihaknya juga melakukan Capex. Program Capex Angkasa Pura II langsung melakukan penyesuaian dan penyelesaiannya juga tidak tanggung tanggung, yang seharusnya pada 2020 Capex kurang lebih Rp 7,8 triliun menjadi Rp 712 milar saja. Kiat lainnya yaitu angkasa Pura II menjaga dan memonitor cash flow. Sebab cash Flow selama pandemi ini merupakan suatu hal yang mandatory, dimana banyak korporasi lain yang berjuang mnjaga cash flow agar tetap stabil.

 

Awaluddin menambahkan tentunya ada pula standar prosedur kesehatan yang ditetapkan untuk ,menjamin bandara sebagai tempat yang aman dan menjamin perjalanan nyaman. “Kita memberlakukan standar global bio Security. Dalam aspek ini ada lima hal yang dijamin, yaitu physical distancing, health screening, touchless prosessing, dan people protection. Kami sangat jaga agar bandara tidak jadi potensi kluster baru penyebaran virus.  Masyarakat juga harus bekerja sama dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan” Ujarnya.

” Sebagai pihak swasta kami merasa punya responbility untuk menerapkan sosialisasi protokol kesehatan, seperti di media Sosial dibagikan juga health kit dan penyediaan dipenser hand sanitaiser dibandara. Semua dilakukan untuk memberi rasa aman dan kemudahan menerapkan protokol kesehatan saat penerbangan di masa pandemi ini” ujar Ryan.

 

 

Kontributor: Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami