Hukum

Kunjungi koruptor, Pansus Angket Main Sandiwara Lawan KPK

BTN iklan

Jakarta, LEI – Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, mensinyalir wawancara Pansus Hak Angket KPK terhadap Napi koruptor di Lapas Sukamiskin, Bandung, dan Pondok Bambu merupakan skenario menciptakan kampanye negatif (black campaign) terhadap KPK.

“Mewancarai koruptor patut diduga sebagai skenario menciptakan kampanye negatif (black campaign) kepada KPK,”
kata Donal dalam siaran pers yang diterima Minggu (9/7/2017).

Menurutnya, sudah dapat ditebak, sebaik apapun kinerja KPK, jika narasumbernya adalah koruptor, pasti penilaiannya jelek kepada KPK. Mewawancari koruptor untuk menilai KPK adalah sebuah pemufakatan jahat untuk mendeskreditkan KPK.

Secara hukum, seluruh terpidana korupsi yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) sudah terbukti melakukan kejahatan korupsi. Pada saat yang sama, vonis bersalah tersebut membuktikan kinerja KPK sudah benar.

“Jika saja proses hukum yang dilakukan KPK keliru atau menyimpang, tentu putusannya akan bebas atau lepas,” kata Donal.

Terlebih, lanjut Donal, sekarang ada tahapan praperadilan untuk menilai keabsahan proses hukum yang dilakukan oleh penegak hukum termasuk di dalamnya KPK.

“Jika setiap tahapan proses hukum yang dilakukan oleh KPK sudah diuji oleh peradilan akan dinilai oleh pansus dan koruptor, maka sudah ditebak kunjungan pansus akan bermuatan politis,” katanya.

Menurut Donal, Sukamiskin dan Pondok Bambu akan jadi panggung sandiwara pansus untuk mencari-cari kesalahan KPK yang dibumbui cerita koruptor. Ini jelas adalah kolaborasi koruptor dan pansus hak angket untuk melemahkan bahkan membubarkan KPK.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami