Hukum

Kurator Inventaris Aset Bumi Asih

BTN iklan

JAKARTA/Lei — Tim kurator PT Asuransi Bumi Asih Jaya mengaku telah memulai proses kepailitan dengan menginventarisir sejumlah aset debitur.

Salah satu kurator PT Asuransi Bumi Asih Jaya Lukman Sembada mengatakan telah meninjau sejumlah lokasi untuk memastikan keberadaan aset debitur. Lokasinya asetnya tersebar di beberapa wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.

“Kami telah mendata aset-asetnya, yakni kantor pusat debitur di Matraman Jakarta Timur, sejumlah bangunan hotel di Palembang, Riau, Cirebon, dan Bandung,” kata Lukman kepadaBisnis, Minggu (12/6).

Dia akan segera mengadakan rapat kreditur pertama sebelum memulai proses penaksiran aset oleh tim appraisal. Diprediksi, kreditur yang terlibat dalam proses kepailitan tersebut mencapai ribuan pihak dengan sebagian besar terdiri dari pemegang polis asuransi.

Pihaknya memang belum mengadakan pertemuan bilateral dengan debitur. Namun, pembicaraan akan langsung dilakukan dalam rapat kreditur di pengadilan.

Majelis hakim perkara, lanjutnya, juga baru saja memberikan penetapan perihal penunjukan tim kurator pada Kamis (9/6) lalu. Pengadilan niaga menetapkan adanya penambahan kurator baru guna mengawal proses kepailitan.

Semula, majelis hakim yang diketuai oleh Titik Tejaningsih menunjuk Raymond Pardede sebagai kurator. Namun, Gindo Hutahaean dan Lukman Sembada akhirnya juga diangkat menjadi bagian tim kurator.

Tim kurator berencana mengadakan rapat kreditur pertama pada 19 Juni 2016 dan menetapkan batas pengajuan tagihan kreditur pada 30 Agustus 2016. Adapun, rapat pencocokan utang dan penyusunan daftar piutang tetap akan dilakukan pada 13 September 2016.

Lukman telah mengetahui upaya hukum peninjauan kembali (PK) yang dilayangkan oleh debitur ke Mahkamah Agung. Menurutnya, proses kepailitan tetap harus berjalan kendati ada upaya hukum kasasi maupun PK.

KOOPERATIF

Sementara itu, kuasa hukum debitur Sabas Sinaga mengaku akan bersikap kooperatif selama proses kepailitan. Debitur juga diarahkan untuk tidak akan melakukan pengalihan aset perseroan.

“Kami sudah mengarahkan klien untuk tetap kooperatif dan menghidari tindakan tersebut,” kata Sabas.

Akan tetapi, debitur masih akan berjuang agar tidak terhindar dari proses kepailitan dengan mengajukan upaya hukum PK.

Berdasarkan situs resmi Mahkamah Agung (MA), lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut mengajukan permohonan kasasi dengan nomor 408 K/Pdt.Sus-Pailit/2015 sejak 10 Juni 2015.

Upaya hukum kasasi diajukan setelah Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonan kepailitan yang mereka ajukan terhadap salah satu perusahaan asuransi tertua di Indonesia tersebut.

Majelis hakim agung yang terdiri dari Mahdi Soroinda Nasution, I Gusti Agung Sumanatha, dan Takdir Rahmadi sepakat untuk mengabulkan permohonan OJK selaku pemohon pada 28 Agustus 2015. (bisnis.com)

Perlihatkan Lebih

9 Komentar

  1. Perlu diwaspadai masalah penjualan asset pak, karena selama ini sudah banyak asset yang terjual, sedangkan uangnya tidak sampai ke nasabah ataupun karyawan daerah…Banyak juga karyawan yg belum digaji bahkan sdh setahun yg lalu.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami