Hukum

Kurator Panghegar Siap Pertahankan Aset

BTN iklan

JAKARTA,Lei  — PT Beringin Srikandi Finance berupaya mengeskusi aset milik PT Panghegar Kana Legacy sekalipun kurator menempatkan perusahaan leasing itu sebagai kreditur preferen.

Sebagai kreditur preferen, menurut kurator, Beringin Srikandi Finance (BSF) tidak berhak melego aset tanah di Dago dan Kintamani. Kubu BSF mengklaim aset tanah itu sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman kepada Panghegar Kana Legacy yang kini berstatus pailit.

Oleh karena itu, ti kurator Panghegar Kana Legacy tetap berkeyakinan mampu mempertahankan aset debitur dari klaim BSF. Salah satu kurator Jaskur Galampa mengatakan, selain klaim atas aset tanah di Dago dan Kintamani, perusahaan pembiayaan itu juga telah mengklaim hak yang sama terhadap aset tanah di Uluwatu.

“Kami akan tetap berpendapat bahwa aset debitur masuk dalam boe del pailit, kalau mereka tidak pu as silakan ajukan upaya hukum apa pun,” kata Jaskur kepada Bisnis, Minggu (29/5).

Dia menjelaskan BSF mendasarkan dalilnya melalui perjanjian fasilitas kredit yang dilakukan oleh debitur. Setelah debitur dinyatakan pailit, BSF berkeinginan mengeksekusi aset tersebut guna melunasi pinjaman yang belum terselesaikan.

Undang-undang No. 37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) memang memperbolehkan kreditur separatis untuk menjual sendiri aset debitur pailit. Adapun, batas waktu yang diatur hanya selama 60 hari sejak masa insolvensi.

Pihaknya menilai BSF bukan sebagai kreditur pemegang hak jaminan kebendaan. Dalam proses kepailitan tersebut tim kurator memasukkannya sebagai kreditur konkuren pada daftar piutang sementara.

Menurutnya, BSF dianggap tidak mempunyai sertifikat jaminan sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai kreditur separatis. Aset tanah yang diklaim sebagai jaminan tidak memenuhi persyaratan leasing.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1169/1991 tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha, leasing adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik dengan maupun tanpa hak opsi.

Adapun, barang modal adalah setiap aktiva tetap berwujud termasuk tanah sepanjang di atasnya melekat aktiva tetap berupa bangunan dan merupakan satu kesatuan kepemilikan. Jaskur menuturkan aset tanah yang di Uluwatu maupun Kintamani masih dalam wujud tanah kosong tanpa bangunan. Perjanjian leasing dengan debitur dinilai tidak memenuhi ketentuan tersebut.

MASUK MEDIASI

BSF diketahui juga mengajukan gugatan perdata kepada debitur, yang sekarang diwakili oleh kurator, melalui Pengadilan Negeri Denpasar. Perkara tersebut akan masuk dalam proses mediasi pada Senin (30/5).

Jaskur mengaku telah menyampaikan putusan kepailitan debitur kepada pihak pengadilan. Majelis hakim memutuskan untuk mempertemuan kedua pihak melalui mediasi untuk membahas sengketa kepemilikan tanah seluas 3,95 hektare tersebut.

Sementara itu, tim kurator juga sedang bernegosiasi dengan calon investor yang berminat mengambilalih proyek Dago Resort & Spa. Debitur mengklaim telah menjalin nota kesepahaman investasi dengan PT Dago Endah.

Dalam proposal perdamaian, Dago Endah akan memperoleh hak prioritas untuk membeli area komersial yang hasilnya akan digunakan sebagai pembayaran kewajiban kepada kreditur. Calon investor tersebut juga mendapatkan hak pengelolaan Panghegar Resort Dago selama 20 tahun.

Kurator memaparkan jika negosiasi berjalan lancar, investor akan menyelesaikan kewajiban debitur untuk proyek di Dago. Setelah itu, pembeli akan mendapatkan akta jual beli setelah melaksanakan top up. Proses pengambilalihan masih menunggu hasil penaksiran oleh tim appraisal setelah mendapatkan penetapan penunjukan dari hakim pengawas.

Panghegar Kana Legacy dinyatakan pailit setelah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai satu-satunya kreditur pemegang hak kebendaan menolak tawaran proposal perdamaian debitur pada bulan lalu.

Dua anak usaha Pangehgar Grup, PT Panghegar Kana Properti dan PT Hotel Panghegar, saat ini juga tengah dalam proses PKPU di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (bisnis.com)

Perlihatkan Lebih

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami