Internasional

Kutip Laporan WSJ, AS Tuduh Rusia Langgar Sanksi PBB Soal Korut

BTN iklan

NEW YORK (LEI) – Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia melanggar sanksi PBB terhadap Korea Utara dengan mengutip “laporan kredibel” yang menyebutkan bahwa Moskow memberi izin kerja baru kepada para pekerja dari Korea Utara. Rusia telah membantah tudingan AS tersebut.

Washington juga telah menjatuhkan sanksi kepada beberapa bank Rusia yang diklaim telah melakukan transaksi dengan individu-individu yang masuk dalam daftar hitam AS karena kaitannya dengan program nuklir Korea Utara.

“Laporan yang kredibel tentang Rusia yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB pada pekerja Korea Utara yang bekerja di luar negeri sangat mengganggu,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (4/8/2018).

“Bicara itu mudah – Rusia tidak dapat mendukung sanksi dengan kata-kata mereka di Dewan Keamanan hanya untuk melanggarnya dengan tindakan mereka,” tambah Haley.

Rusia membantah laporan dari Wall Street Journal (WSJ) yang mengatakan Moskow mengizinkan ribuan pekerja Korea Utara yang baru masuk ke negara itu dan memberi mereka izin kerja. Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri Rusia, lebih dari 10.000 pekerja Korea Utara telah terdaftar di negara itu sejak September.

Tindakan Rusia berpotensi melanggar sanksi PBB yang ditujukan untuk menekan Pyongyang agar menghentikan program nuklirnya.

Duta besar Rusia untuk Korea Utara, Alexander Matsegora, mengatakan, dokumen yang dijadikan sumber oleh WSJ adalah dokumen lama. Dilansir kantor berita Interfax, Matsegora mengatakan bahwa dokumen baru telah dikeluarkan untuk buruh yang sudah berbasis di Rusia yang bekerja dengan kontrak lama.

Dia mengatakan para pekerja diizinkan untuk bekerja di Rusia hingga 29 November 2019 karena kontrak kerja mereka telah ditandatangani sebelum sanksi mulai berlaku. Dia menjelaskan bahwa 3.500 izin kerja baru telah dikeluarkan untuk para pekerja yang telah menandatangani kontrak di Rusia sebelum 29 November 2017.

Pada Januari lalu, Moskow mengatakan akan memulangkan seluruh pekerja Korea Utara paling lambat pada 2019 demi memenuhi sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB terhadap Pyongyang. Sanksi itu dijatuhkan pada 22 Desember terkait uji coba rudal balistik dan nuklir yang dilakukan Korea Utara. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami