Internasional

Kuwait Usir Dubes Filipina Terkait Kasus Pekerja Rumah Tangga

BTN iklan

KUWAIT (LEI) – Pemerintah Kuwait telah memerintahkan duta besar Filipina untuk meninggalkan negara itu dalam sepekan dan memanggil pulang utusannya dari Manila untuk berkonsultasi. Tindakan itu dilakukan setelah staf kedutaan besar Filipina di Kuwait mencoba “menyelamatkan” seorang pekerja rumah tangga (PRT) yang melapor mengalami penyiksaan oleh majikannya di Kuwait.

Keputusan Kuwait tersebut merupakan episode terbaru dari konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan antara Manila dan Kuwait yang dipicu oleh sebuah laporan mengenai beberapa PRT warga Filipina yang melakukan bunuh diri didorong oleh penganiayaan yang dilakukan majikannya warga Kuwait.

Filipina meminta maaf atas tindakan stafnya yang disebut Kuwait sebagai pelanggaran yang “terang-terangan” terhadap kedaulatan Kuwait. Menteri Luar Negeri Filipina mengatakan, kedutaan terpaksa membantu PRT Filipina yang meminta bantuan karena berada dalam situasi antara hidup dan mati.

Pernyataan kementerian luar negeri Kuwait yang dilansir Reuters, Jumat (27/4/2018) mengatakan bahwa duta besar Filipina telah diberikan waktu tiga hari untuk memberikan nama-nama penduduk Filipina di Kuwait yang telah “menculik” beberapa pekerja rumah tangga dari rumah majikan mereka. Pemerintah Kuwait menambahkan, pihaknya belum menerima tanggapan dari kedutaan.

Pasukan keamanan Kuwait menyatakan akan terus mengejar orang-orang yang melanggar keamanan negaranya dan mengadili mereka.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan bahwa tindakan Pemerintah Kuwait tersebut sangat mengkhawatirkan dan tidak konsisten dengan jaminan yang diberikan duta besar Kuwait saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Alan Peter S. Cayetano pada Selasa.

“Dalam diskusi di setiap tingkat dengan Kuwait, Filipina selalu menekankan bahwa kesejahteraan warga negara Filipina di mana pun mereka berada akan selalu menjadi hal yang terpenting,” kata pernyataan tersebut.

Ada lebih dari 260 ribu warga Filipina di Kuwait dan sebagian besar di antara mereka bekerja sebagai PRT. Namun, banyak laporan mengenai penyiksaan yang diterima para PRT Filipina di tangan majikan mereka yang dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.

Februari lalu Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta warga Filipina yang bekerja sebagai PRT di Kuwait untuk pulang setelah jasad seorang PRT ditemukan di dalam lemari pendingin di sebuah rumah. Manila juga telah mengeluarkan larangan untuk mengirimkan PRT Filipina ke Kuwait. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami