Internasional

Langgar Larangan Ekspor PBB, Korut Raup Pendapatan Rp2,7 Triliun

BTN iklan

NEW YORK – Korea Utara diduga melanggar sanksi resolusi Dewan Keamanan PBB hingga mampu meraup sekira USD200 juta (setara Rp2,7 triliun). Uang tersebut diperoleh dari hasil komoditi ekspor yang dilarang dalam sanksi resolusi PBB.

Fakta tersebut terungkap dalam laporan yang ditulis komite sanksi untuk Dewan Keamanan PBB. Korea Utara disebut sudah mengekspor batu bara ke pelabuhan sejumlah negara, seperti Rusia, China, Korea Selatan, Malaysia, dan Vietnam. Korea Utara mengirim batu bara tersebut dengan cara memalsukan dokumen dengan menyebut hasil tambang itu berasal dari China dan Rusia.

“Korea Utara terus mengeskpor hampir semua komoditas yang dilarang dalam resolusi, meraup sekira USD200 juta antara Januari hingga September 2017,” bunyi laporan tersebut, mengutip dari Straits Times,Minggu (4/2/2018).

“Korea Utara mengelabui resolusi terbaru dengan memanfaatkan rantai pasokan minyak global, melibatkan warga negara asing, perusahaan offshore, dan sistem perbankan internasional,” imbuh laporan setebal 213 halaman itu.

Sebagaimana diberitakan, Korea Utara dijatuhi sanksi resolusi Dewan Keamanan PBB pada September 2017. Pyongyang dilarang mengeskpor sejumlah komoditas utama yang menyumbang pendapatan negara seperti batu bara, biji besi, timah, tekstil, dan makanan laut, serta pembatasan impor minyak mentah. Namun, sanksi tersebut kembali dilanggar.

Selain melanggar sanksi, Korea Utara juga diduga memasok senjata secara ilegal ke Suriah dan Myanmar. Lewat penyelidikan, komite sanksi menemukan adanya kerjasama yang melibatkan Korea Utara, Suriah, dan Myanmar, termasuk pengiriman barang sebanyak 40 kali pada 2012-2017 ke Pusat Studi dan Penelitian Suriah yang mengembangkan senjata kimia negara tersebut.

Komite pengawas PBB juga mengatakan, satu negara yang identitas disembunyikan, melaporkan bahwa mereka punya bukti Myanmar menerima sistem rudal balistik dari Korea Utara. Tidak hanya itu, Myanmar juga menerima pasokan senjata konvensional, seperti peluncur roket dan rudal darat-ke-udara.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami