Hukum

Langkah Kubu Prabowo-Sandi Ganti Saksi Dinilai Langgar Sumpah

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Ketua Tim Hukum Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menyesalkan langkah kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang menggonta-ganti susunan 15 saksi yang sudah diambil sumpahnya pada persidangan sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (19/6).

Pada persidangan itu Tim Kuasa Hukum Prabowo – Sandi sudah mengganti dua saksi yang sudah disumpah.

Yusril mengatakan, para saksi dari kubu Prabowo – Sandi telah disumpah di bawah Alquran. Menurutnya, dalam hukum Islam ada denda yang harus ditunaikan jika seseorang melanggar sumpahnya.

“Kami sebenarnya keberatan dengan hal ini karena pengucapan sumpah itu kan atas nama Tuhan. Mereka bersumpah memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dalam sidang, tiba-tiba enggak jadi diganti sama orang lain,” kata Yusril saat sidang di MK tengah diskors.

Pakar hukum tata negara itu pun mengingatkan kubu Prabowo – Sandi bahwa MK sudah memberikan kesempatan untuk menghadirkan 15 saksi dan dua ahli. Para saksi kubu Prabowo – Sandi pun sudah diambil sumpahnya.

“Mereka (kubu Prabowo – Sandi) yang bertanggung jawab terhadap saksi dan ahli ini,” jelas dia.

Karena itu Yusril merasa keberatan dengan penggantian dua saksi dari kubu Prabowo – Sandi. Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu lantas mengutip hukum Islam tentang hukuman pagi pelanggar sumpah.

“Kalau orang sumpah dilanggar dalam hukum Islam bayar kafarat. Harus potong unta atau kambing itu. Karena kafarat itu dilanggar,” tukasnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + seven =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami