BTN iklan
InternasionalTekno

Lanjutkan Tren Positif, Ribuan Huawei Nova 3i Laku Terjual

(LEI)-Huawei terus melanjutkan kesuksesan bisnis smartphone mereka di tanah air. Setelah mendapat raihan positif yaitu peringkat kedua di pasar smartphone global, Huawei juga meneruskan tren positif tersebut di tanah air melalui penjualan smartphone terbaru mereka yaitu Nova 3i. Dimana smartphone menengah keatas dari Huawei ini telah memulai debut penjualan perdana mereka kemarin. Serentak di dua kota yaitu Jakarta dan Surabaya, ribuan orang antri untuk mendapatkan Nova 3i yang sebelumnya telah mereka pesan secara pre-order.

“Kita terus berupaya meningkatkan brand kita di tanah air, apalagi memang brand Huawei masih terdengar baru di masyarakat. Meskipun secara internasional Huawei sudah menduduki peringkat kedua, namun untuk di tanah air memang masih perlu brand awareness yang lebih luas,” kata Lo Khing Seng, Deputi Country Director Huawei Device Indonesia.

Pada penjualan perdana tersebut, sekitar 5000 unit Huawei Nova 3i laku terjual. Dimana produk tersebut sudah dipesan oleh konsumen sejak pre-order yang digelar mulai 31 Juli 2018 lalu. First sale yang dilakukan di Jakarta di kawasan perbelanjaan Kota Kasablanka dan di Surabaya, di Atrium Tunjungan Plaza 6, dipadati pembeli yang mengantre dengan tertib. Tak hanya melayani konsumen pre-order, siapapun juga bisa datang untuk membeli langsung produk Huawei di lokasi acara tersebut digelar.

Huawei Nova 3i dibanderol dengan harga Rp. 4.199.000 dengan penawaran bonus ekslusif berupa headset Bluetooth. Dua varian warna yang ditawarkan oleh Huawei yaitu Iris Purple dan Black. Strategi Huawei membawa varian warna Iris Purple rupanya cukup mendapat respon positif, melihat banyaknya konsumen yang memesan produk dengan warna yang unik nan mewah tersebut. Gradasi warna biru-keunguan menjadikan Nova 3i terlihat cukup memikat. Tak cuma itu, spesifikasi dari Nova 3i sendiri memang cukup menjanjikan baik dari segi performa dan fitur empat kamera yang ditawarkan.

Strategi Jualan Huawei, Pelan Tapi Pasti

Lo Khing Seng juga memaparkan  mengenai strategi bisnis mereka di tanah air. Menurutnya konsumen di tanah air memang harus lebih banyak mendapatkan informasi mengenai brand Huawei yang belum terlalu digemari. Apalagi konsumen di tanah air sudah banyak dijejali dengan brand-brand rivalnya yang berjualan dengan pemasaran yang sangat massif.

“Huawei lebih memilih fokus kepada apa yang ditawarkan kepada konsumen, melalui pengembangan teknologi di RnD kami,” ujar Loh King Seng. Menurutnya, Huawei tidak perlu melakukan marketing besar-besaran yang nantinya ongkosnya harus ditanggung konsumen. Pada akhirnya konsumen membeli produk yang harganya jauh lebih tinggi dari pada yang seharusnya.

Huawei juga enggan untuk memasarkan produknya dengan harga yang terlalu terjangkau. Melihat, banyak brand yang melakukan hal tersebut harus mati di tengah jalan karena kesulitan untuk membiayai ongkos agar perusahaan tetap berjalan.

Strategi lain yang harus dilakukan oleh Huawei yaitu memberi kesempatan para publik figur untuk mencoba dan memberikan testimoni tentang produk Huawei.  Tak dipungkiri, konsumen di tanah air akan  cukup terpengaruh dengan tren yang dibawa oleh para publik figur. Huawei juga perlu meningkatkan brand awareness mereka melalui  jalur online maupun offline.

Salah satu yang menyebabkan Huawei kurang berhasil dalam memasarkan produknya beberapa tahun lalu yaitu besarnya gap antara waktu rilis internasional dengan rilis lokal. Beberapa waktu terakhir Huawei telah berhasil memperkecil gap tersebut,  dan cukup berhasil mempertahankan hype produk yang akan diluncurkan itu sendiri. Sehingga penjualan Huawei di tanah air juga cukup berhasil mengalami peningkatan.

Di tahun 2018 ini Huawei masih berencana untuk merilis 2 produk smartphone terbaru mereka. Termasuk kelas flagship seri “Mate” yang dijanjikan akan segera masuk di Indonesia. “Akan terobosan baru yang ditawarkan di seri Mate, jadi kami pastikan produk ini harus masuk ke Indonesia,” ujar Loh King Seng. (jagatreview)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close