Traveling

Laporan Wartawan Senior Theo Yusuf Langsung Dari Perancis

BTN iklan

A toles les Glories Dela France”

PERANCIS-LEI, (24/2) – Take line tulisan itu terpampang jelas di tulis di muka bangunan, Istana versailles revival di Perancis.

Pengertian dari tulisan itu, kira kira “Untuk Kejayaan Perancis”, dan hampir semua ribuan pengunjung dari manca negara, membaca tulisan tersebut. Di dalam gedung itu lengkap menggambarkan para raja dan tokoh Perancis berjuang untuk rakyatnya, termasuk gaya hidupnya ruang-ruang dansa yang masih terawat secara apik. Tokoh Louis ke 14 sampai ke 16 di pamerkan di ruang itu lewat patung yang indah, termasuk para tentara Napoleon yang menang perang dengan wilayah sekitarnya.

Perancis memang layak disebut negara jaya, karena negri itu tak hanya gudangnya ilmu pengetahuan dan seni, tetapi juga teknologi tinggi.

Di bidang seni, anda bisa menyaksikan berbagai ornamen gedung yang dihiasi gambar dan patung, di bidang mode, tak perlu diragukan, hampir semua produk baju, tas, sepatu, parfum dan assesoris lainnya tumpah, di pasarkan di gallery lavayatte, salah satu mal terbesar di Paris.

“Karena semua pakaian branded ada di sini tak heran jika ribuan wisata dari Indonesia hampir tiap bulan datang berbelanja ke sini,” kata Leo, salah satu tour lider, travel jakrta, kepada Lei, pekan ini.

Bahkan saking banyaknya wisata Indonesia ke Paris, ada beberapa toko yang khusus merekrut tenaga Indonesia.

Jadi tak usah risau jika anda ke Paris bisa belanja dan dilayani orang orang Indonesia, khususnya di mal benlux yang penting anda cukup tersedia euronya.

Selain mode, Perancis juga dikenal pembuat pesawat air bus yang dapat menyaingi boing produk AS, karena itu negeri ini juga bagian dari kebanggaan dari Uni Eropa, karena produk pesawat dan industri otomotif terkenal di kawasan dunia.

Dengan begitu, harapan raja dan para pemimpin Perancis untuk mengabdikan dirinya “untuk kejayaan Perancis” tampaknya dapat di rasakan dan dilihat kemajuan rakyat Perancis saat ini.

Kemajuan negeri itu tampaknya dibangun dari konsistensi para pemimpin negeri itu, coba tengok dari abat ke 16 atau setidaknya tahun 1867 saat banguna istana Versailles itu dibangun tetap kokoh, terawat dan terjaga secara baik.

Anda akan kesulitan mememukan gedung bertingkat puluhan lantai di kawasan itu, bahkan area lahan semacam hutan kota tetap terpelihara dan terjaga, dengan begitu para pimpinan negara itu tampaknya tidak mudah di sogok, pleh para konglomerat agar lahan diubah menjadi mal.

Dengan demikian Perancis cukup layak sebagai kota wisata, karena tak mudah banjir, rakyatnya cukup bersahaja, dan semua barang branded di produk dan di pasarkan di negara pusat mode ini.

Di Jakarta, juga ada gedung mirip Versailles, yakni gedung kesenian Jakarta, yang dibangun abat 21 oleh bangsa Belanda.

Sayangnya, gedung itu bukan dimaksudkan kejayaan bangsa Indonesia, tetapi lebih untuk dagelan para seniman.

Mimpi para penjuang Perancis untuk kejayaan rakyatnya, tentu juga mimpinya para pemimpin Indonesia dulu dan kini, sayangnya Indonesia belum sepenuhnya jaya seperti Perancis saat ini lantaran korupsinya masih tinggi dehingga menghambat peradaban yang lebih cepat maju dan jaya.

Laporan Wartawan Senior Theo Yusuf

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami