Internasional

Larangan Dicabut, Pendaki Tanpa Kaki dari China Akan Berupaya Capai Puncak Everest

BTN iklan

BHAKTAPUR (LEI) – Seorang pendaki China yang kehilangan kakinya karena serangan beku empat puluh tahun lalu berharap dapat mencapai puncak Gunung Everest setelah Pengadilan Nepal membatalkan aturan kontroversial pemerintah yang melarang pendaki yang buta dan tidak memiliki kedua kaki untuk mendaki ke puncak. Xia Boyu akan menjadi pendaki dengan dua kaki yang diamputasi pertama yang diberi izin untuk mendaki gunung tertinggi di dunia itu setelah larangan dicabut.

Pria berusia 79 tahun itu mengatakan, larangan yang diberlakukan pemerintah Nepal pada Desember tahun lalu itu adalah bentuk diskriminasi terhadap pencerita cacat.

“Saya panik setelah mendengar berita itu karena itu berarti saya tidak bisa memenuhi impian saya. Saya berpikir, ‘Bagaimana saya bisa mendapatkan izin pendakian?'” kata Xia seperti dikutip AFP, Sabtu (7/4/2018).

Untungnya, bulan lalu larangan itu dicabut setelah kelompok advokasi penyandang cacat sukses mengajukan banding ke pengadilan tertinggi Nepal. Kelompok tersebut mengatakan bahwa larangan pemerintah itu berlawanan dengan Konvensi PBB untuk hak penyandang cacat.

Upaya Xia untuk mencapai puncak Everest akan menjadi upaya kelima yang dia lakukan. Dia adalah bagian dari tim nasional Cina pada 1975 ketika kelompok tersebut menghadapi cuaca buruk tepat di bawah puncak. Pendakian tersebut membuat Xia terkena serangan beku sehingga kedua kakinya harus diamputasi.

Pada 1996, kakinya kembali diamputasi tepat di bawah lutut setelah dia didiagnosis dengan limfoma, suatu bentuk kanker darah.

Dia kembali ke Everest pada 2014 tetapi longsoran salju menewaskan 16 pemandu sherpa di awal musim, memaksa sebagian besar ekspedisi untuk membatalkan percobaan mereka mendaki ke puncak. Setahun kemudian dia kembali tetapi musim pendakian kembali terputus ketika gempa bumi dahsyat menyerang Nepal, menewaskan sekitar 9.000 orang – termasuk 22 di Everest.

“Mendaki Gunung Everest adalah impian saya. Saya harus mewujudkannya. Itu juga merepresentasikan tantangan pribadi, tantangan takdir,” kata Xia.

Satu-satunya pendaki dengan kaki yang diamputasi ganda yang pernah sampai ke puncak Everest adalah pendaki Selandia Baru Mark Inglis. Dia berhasil melakukan pendakian tersebut pada 2006.

Ratusan pendaki berbondong-bondong ke Everest setiap tahun selama musim pendakian singkat yang dimulai pada April, ketika angin dan suhu lebih baik dibandingkan pada waktu lain tahun ini. Tahun lalu, 634 orang berhasil mencapai puncak dan tujuh orang tewas saat mencoba melakukannya.

Pihak berwenang Nepal dan Cina, yang memantau semua tanjakan di sisi selatan dan utara gunung, belum merilis jumlah izin pendakian yang dikeluarkan untuk tahun ini. Namun, karena musim ini bertepatan dengan peringatan 65 tahun pendakian puncak Everest pertama yang dilakukan oleh Edmund Hillary dan Tenzing Norgay sehingga diperkirakan akan banyak pendaki yang akan mencoba. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami