EntertainmentLifestyle

Layanan Streaming Kerek Pendapatan Label Rekaman Inggris

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Pendapatan label rekaman Inggris meningkat cukup banyak di 2017. Tahun lalu perolehan industri ini meningkat sebanyak 10,6 persen menjadi 839,4 juta poundsterling atau setara Rp 16,4 triliun.

Peningkatan pendapatan itu didapat dari hasil riset British Phonographic Industry (BPI). Menurut organisasi tersebut, pencapaian itu merupakan peningkatan tertinggi di era 2000an.

BPI mencatat pendapatan terburuk label rekaman pada era 2000an terjadi pada 2001 yang hanya meningkat 1,6 persen. Sementara kesuksesan perolehan keuntungan di 2017 hampir menyamai 1995 dengan peningkatan sebesar 10,7 persen.

Peningkatan pendapatan di 2017 dimulai dengan penambahan sebesar 9,5 persen pada awal tahun. Konsumsi musik terus meningkat sampai akhirnya mengalami ekskalasi 10,6 persen.

Layanan musik streaming menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan 41 persen. Itu diikuti cakram padat atau compact disc (CD) dengan 29,4 persen, unduhan dengan 13,5 persen dan piringan hitam dengan 6,6 persen.

Pendapatan tak lepas dari peran musisi yang memiliki sepak terjang gemilang tahun lalu. Album Divide milik Ed Sheeran menjadi album yang paling didengarkan melalui berbagai format.

Posisi selanjutnya diisi Sam Smith, Little Mix dan Rag’n’Bone Man. Belum lagi Dua Lipa dan Stormzy yang mendapat penghargaan Brits Awards.

Chief Executive BPI & BRIT Awards, Geoff Taylor, mengatakan label rekaman sukses merubah model bisnis pada 2017. Banyak label melahirkan musisi yang mampu meraup pendapatan melimpah.

“Kami merasa kenaikan pendapatan akan berlanjut pada 2018 dengan meningkatkan kesadaran pecinta musik tentang manfaat streaming musik,” kata Taylor dikutip dari situs BPI. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami