Nasional

LBH Padang: Raja Saudi Jangan Lupakan Janji kepada Korban Crane

BTN iklan

Jakarta, LEI – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mengingatkan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz, untuk tidak melupakan janji kepada korban crane di Arab Saudi pada September 2015.

“LBH Padang atas nama korban crane Zulfitri Zaini, kembali mengingatkan Raja Arab Saudi terhadap janjinya sendiri,” kata  Era Purnama Sari, Direktur LBH Padang, dalam pernyataan tertulis, Minggu (26/2).

Menurutnya, ada 33 orang jemaah haji Indonesia yang menjadi korban kecelakaan crane, dua di antaranya meninggal dunia. Salah satu korban Zulfitri Zaini (58 tahun), asal Solok, Sumatera Barat. Dia kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan itu.

“Pemerintah Arab Saudi telah berjanji memberikan santunan bagi korban crane, akan tetapi sampai saat ini Pemerintah arab Saudi belum menepati janjinya,” kata Era Purnama Sari.

Era Purnama Sari menuturkan, Zulfitri berangkat dari Padang untuk menunaikan ibadah haji pada 20 Agustus 2015 lalu. Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 5 sore tanggal 11 September 2015, setelah korban menyelesaikan shalat ashar.

“Tiba-tiba jatuh crane di Masjidil Haram, pecahan besi terbang ke segala arah dan mengenai tangan serta kaki korban. Besi-besi tersebut melukai pergelangan tangan sebelah kiri, pangkal lengan sebelah kiri mengalami luka sobek cukup dalam dan kaki sebelah kanan korban,” ujarnya.

Korban dilarikan ke rumah sakit dan langsung dilakukan operasi pemasangan pen di pergelangan tangan sebelah kiri. Pangkal lengan sebelah kiri dijahit dan korban terpaksa kehilangan kaki kanan sebatas lutut karena harus diamputasi.

Ketika dirawat di rumah sakit, korban didata oleh anggota Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia. Pihak Kedubes Indonesia menyampaikan, korban akan mendapatkan asuransi dan santunan dari Pemerintah Arab Saudi sebesar 1 juta Riyal atau sekitar Rp 3,8 milyar.

“Namun setelah korban kembali ke Tanah Air tanggal 2 Oktober 2015, hingga saat ini korban tidak menerima bantuan, santunan ataupun asuransi apapun dari Pemerintahan Arab Saudi,” katanya.

Setidaknya, ditahun 2016, korban telah melakukan dua kali operasi, yakni pengeluaran pen yang dipasang pada pergelangan tangan sebelah kiri korban dan operasi akibat tumbuhnya benjolan di pada bekas luka pada bagian lengan korban. Selain itu, korban melakukan pemeriksaan rutin terhadap kaki dan membuat kaki palsu seharga Rp 28,5 juta.

“LBH Padang atas nama korban Crane Zulfitri Zaini, kembali mengingatkan Raja Arab Saudi terhadap janjinya sendiri dan meminta Presiden Jokowi mendesak Raja Arab untuk segera menepati janjinya terhadap korban-korban kecelakaan crane,” katanya.

Menurut Era Purnama Sari, nasib korban crane sekarang bergantung pada kegigihan Pemerintah Indonesia dalam mendesak Pemerintahan Arab Saudi. Bahwa ada 33 jemaah haji asal Indonesia yang menunggu pertanggungjawaban Pemerintahan Arab Saudi. Presiden tidak boleh lupa untuk menagih janji Raja Arab Saudi selama kunjungannya ke Indonesia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami