LiputanNasional

Lebak Selatan Perlu Rumah Tahan Gempa

BTN iklan

SERANG, 26/3 (LEI) – Masyarakat yang tinggal di Kabupaten Lebak bagian selatan dalam jangka panjang perlu memikirkan rumah yang tahan terhadap gempa bumi, seiring dengan seringnya terjadi bencana itu di wilayah tersebut.

“Jangka panjang perlu diperhitungkan masyarakat sekitar membuat rumah atau tempat tinggal yang tahan gempa. Kita tahu di lebak Selatan itu rawan terjadinya gempa,” kata Plt Bupati Lebak Ino S Rawita di Serang, Senin.

Ia mengatakan, perlunya rumah yang tahan gempa tersebut sebagai antisipasi agar tidak menimbulkan kerusakan yang parah pada saat terjadinya gempa serta menghindari resiko yang lebih besar yang mengancam keselamatan jiwa, apabila terjadi gempa.

Namun demikian, upaya tersebut membutuhkan perhitungan dan anggaran yang cukup besar, mengingat kebutuhannya yang juga tidak sedikit.

“Paling kita mendorong terhadap kesadaran warganya. Untuk saat ini kita fokuskan pada peningkatan kewaspadaan dan kesiap-siagaan melalui pelatihan bersama,” kata dia.

Sehingga, jika terjadi gempa atau bencana lainnya, warga bisa melakukan antisipasi secara mandiri untuk mengurangi resiko bahayan yang cukup besar jika terjadinya gempa tersebut.

“Kami melalui BPBD terus berupaya memberikan pemahaman-pemahaman dan pelatihan bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang rawan terhadap dampak gempa bumi,” kata Ino.

Ino mengatakan, terkait upaya rehabilitasi rumah yang rusak akibat gempa beberapa waktu lalu, saat ini bantuan untuk warga yang menjadi korban gempa bumi tersebut masih dalam proses verifikasi administrasi, karena bantuan rehabilitasi rumah yang bersumber dari APBD Banten tersebut harus “by name by adres”.

“Mudah-mudahan tanggal 27 sudah masuk ke rekening masing-masing. Kendalanya saat ini seperti KTP, karena bikin rekening itu butuh KTP dan KK. Sementara mereka masih kesulitan menyiapkan itu,” kata Ino.

Sedangkan untuk rumah yang rusak ringan, sebagian suidah dibangun karena ada yang dtangani pusat melalui Kementerian Sosial.

Sedangkan yang rudak berat ditangani melalui APBD Banten dengan dana tak terduga yang jumlahnya sekitar 180 rumah. Verifikasi dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dengan standar yang ditetapkan Dinas PUPR.

“Besaran bantuan nanti disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Itu tergantung dari verifikasi yang dilakukan Dinas PUPR,” kata ino. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami