BTN iklan
Internasional

Lech Walesa, Teknisi Listrik Pemimpin Gerakan Revolusi Anti-Komunis Polandia

POLANDIA (LEI)- hampir tidak pernah berhenti mengalami gejolak politik. Mulai dari invasi Nazi Jerman hingga memicu Perang Dunia II pada 1939, terbitnya Pakta Warsawa (aliansi militer negara-negara Blok Timur) pada 1955, dan revolusi anti-komunis pada dekade 1980-1990.

Revolusi anti-Komunis di Polandia bermula di sebuah kota pelabuhan bernama Gdansk. Pria bernama Lech Walesa menjadi pemimpin revolusi terhadap pemerintah Polandia yang dikuasai rezim komunis. Pria kelahiran 29 September 1943 itu bekerja sebagai teknisi listrik di galangan kapal Gdansk.

Setelah lulus dari pendidikan vokasi (setara D-3), Lech bekerja sebagai mekanik mobil pada 1961-1965. Ia kemudian masuk ke militer dan mengabdi selama dua tahun hingga menjadi seorang kopral. Pada 1967, pria berkumis itu dipekerjakan sebagai teknisi kelistrikan di galangan kapal di Kota Gdansk.

Di kota itu, Lech Walesa bertemu dengan pujaan hatinya, Danuta Golos, dan menikah pada 1969. Pernikahan pasangan itu dikaruniai delapan orang anak. Hidup Lech Walesa mulai berubah ketika pada Desember 1970 terjadi bentrokan antara kaum buruh dengan pemerintah. Ia muncul sebagai pemimpin pekerja galangan kapal dan sempat ditahan oleh polisi.

Melansir dari Nobel Prize, Minggu (11/3/2018), Lech Walesa dipecat pada 1976 dari pekerjaannya karena aktivitasnya sebagai ketua serikat buruh galangan kapal. Ia harus menafkahi keluarganya dengan bekerja serabutan. Namun, situasi itu tidak membuatnya menyerah.

Pada 1978, Lech Walesa bersama aktivis lainnya mulai mengorganisir serikat perdagangan non-komunis dan berpartisipasi dalam banyak aksi di Gdansk. Aksi-aksinya itu membuat pemerintah mengerahkan polisi khusus untuk mengawasi gerak-geriknya hingga kembali dijebloskan ke jeruji besi.

Memasuki dekade 1980, tepatnya pada Agustus, Walesa memimpin aksi mogok buruh di Gdansk yang kemudian menyebar ke seluruh Polandia. Ia kemudian dianggap sebagai pemimpin gerakan buruh. Para buruh hanya menuntut satu hal, yakni pemenuhan hak mereka sebagai tenaga kerja.

Perjuangan para buruh yang dipimpin Lech Walesa itu berbuah manis dengan negosiasi dan disahkannya Perjanjian Gdansk pada 31 Agustus 1980. Perjanjian itu menjamin hak para buruh untuk menyuarakan pendapatnya serta membentuk serikat yang independen. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close