Hukum

Lelang Jaba: Shima Seiki Hong Kong & Jepang Protes

BTN iklan

JAKARTA, Bisnis.com — Sejumlah kreditur separatis mengajukan keberatan atas daftar pembagian harta pailit PT Jaba Garmindo dan Djoni Gunawan yang dinilai jauh lebih rendah dari jumlah tagihan.

Kuasa hukum Shima Seiki Ltd (Hong Kong) dan Shima Seiki MFG Ltd (Jepang) Daniel Alfredo mengatakan Shima Hong Kong selaku pemohon I telah mengajukan tagihan piutang sebesar Rp274,76 miliar, sedangkan termohon II yakni Shima Jepang senilai Rp15,29 miliar.

“Rencana pembayaran yang dilakukan oleh kurator selaku termohon hanya Rp19,63 miliar untuk pemohon I dan Rp289,44 juta bagi pemohon II,” kata Daniel kepada Bisnis, Kamis (21/7).

Pihaknya sadar tidak mungkin bisa meminta pengembalian atas tagihan yang telah diverifikasi oleh debitur dan kurator secara utuh. Akan tetapi, termohon dinilai melakukan pembagian hasil lelang secara sepihak. Pihaknya ingin meminta pen je – las an kurator mengenai dasar penetapan bagian tersebut. Mengingat hingga saat ini masih ada permasalahan hukum terkait dengan jaminan silang dengan kreditur separatis yang lain.

Dia menjelaskan pemohon I merupakan pemilik dari 692 unit mesin-mesin produksi yang digunakan oleh debitur. Adapun, pemohon II adalah pemilik 24 unit mesin debitur.

Dalam perjanjian kontrak, lanjutnya, kepemilikan mesin-mesin tersebut tetap menjadi milik para pemohon selaku penjual hingga adanya pelunasan pembayaran dari debitur.

Namun, hingga debitur dinyatakan pailit mesin-mesin tersebut tidak pernah dibayar lunas, sehingga diklaim tetap menjadi milik para pemohon. Kedua pemohon masuk dalam kategori kreditur pemegang hak jaminan atau separatis dan telah diakui dalam daftar utang tetap milik debitur.

Pengakuan piutang yang dicatatkan dalam berita acara mempunyai kekuatan hukum tetap dalam kepailitan. Daniel telah menyerahkan hak eksekusi kepada tim kurator seiring tenggang waktu dua bulan yang dimiliki kreditur separatis untuk menjual sendiri aset jaminan telah terlewati. Hasil penjualan tersebut merupakan hak pemohon sepenuhnya dan tidak dapat dikurangi dengan alasan apapun.

Keberatan lain, lanjutnya, soal imbalan jasa atau fee kurator yant terdapat dalam daftar pembagian tersebut. Pihaknya merasa kebe – ratan apabila termohon langsung memotong hasil penjualan boedel pailit untuk imbalan jasanya.

Alasannya, tugas kepailitan kurator belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat beberapa harta pailit yang belum dapat terjual. Lazimnya, imbalan kurator diperhitungkan setelah pengurusan harta pailit selesai.

“Demi kepentingan para kreditur dan azas keadilan, maka im balan kas kurator jangan di – beban kan penuh dalam pembagian tahap pertama,” ujarnya.

SUMITOMO MITSUI

Kreditur separatis lain yang mengajukan keberatan yakni Sumitomo Mitsui Finance and Leasing Ltd (SMFL Hong Kong). Ber da sarkan berkas permohonan, mereka diwakili oleh kuasa hukum Firmansyah dari kantor hukum A&CO.

“Inti permohonan yang diajukan pemohon yakni pembayaran yang akan diterima hanya Rp4,16 miliar, sedangkan jumlah tagihan mencapai Rp25,92 miliar,” tulis Firmansyah.

Dia menjelaskan kliennya merupakan kreditur dari Jaba Garmindo berdasarkan perjanjian peng alihan piutang yang dibuat Shima Hong Kong dan SMFL. Pemohon telah dinyatakan sebagai pemilik dari 159 unit mesin produksi debitur.

Klausul perjanjian yang dimiliki SMFL sama seperti Shima Seiki, yakni mesin tersebut masih dimiliki oleh pemohon karena debitur belum melakukan pelunasan pembayaran.

Mesin tersebut tersebar pada lokasi pabrik debitur yang berada di Cikupa dan Maja lengka. Pengajuan permohonan tersebut telah sesuai dengan Pasal 193 ayat 1 Undang-undang No. 37/2004 tentang Kepailitan, yakni kreditur dapat melawan daftar pembagian dengan mengajukan surat keberatan disertai alasan.

Sementara itu, kuasa hukum tim kurator Samuel Goklas menilai kreditur separatis saling menginginkan pembayaran yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain.

“Mereka masing-masing ingin bagian yang besar tanpa dikurangi biaya-biaya lain dan pajak,” kata Goklas.

Padahal berdasarkan putusan Mah kamah Konstitusi No. 67/2014, hasil lelang boedel pailit harus dibagi dengan buruh dan kreditur konkuren. Pembagian tersebut juga termasuk pencadangan biaya kepailitan dan fee kurator.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Comments

  1. 661944 249277Hey, I think your site might be having browser compatibility issues. When I look at your blog site in Ie, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, terrific blog! 443810

  2. 965112 969366Hi. Cool post. Theres an issue along with your site in firefox, and you may want to check this The browser could be the market chief and a good section of folks will pass over your fantastic writing because of this problem. 407402

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami