BTN ads
FinansialHukum

LG International Didenda Rp8 Miliar

LAPORAN AKUISISI

Jakarta-LEI, Komisi Pengawas Persaing­an Usaha (KPPU) menjatuhkan denda kep­ada LG International Corp senilai Rp8 mi­liar lantaran terlambat melaporkan pengambilalihan saham PT Binsar Natorang Energy.

Keterlambatan pemberitahuan itu dinilai melanggar Pasal 29 ayat (1) dan (2) UU No. 5 Tahun 1999 jo. Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010, perihal Keterlambatan Pemberitahuan ­Pengambilalihan Saham.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengata­r Perkara, No. 16/KPPU-M/2015 telah selesai dilakukan pemeriksaan oleh inves­tor. Adapun hasilnya majelis komisi menjatuhkan denda senilai Rp8 miliar yang harus disetorkan LG International Corp kepada kas negara.

LG International Corp terlambat mela­kukan pemberitahuan pengambil alihan sanam PT Binsar Natorang Energi selama 20 hari kerja,” katanya, Minggu (8/5).

Berdasarkan kesimpulan penyelidikan oleh tim investigator, lanjut dia, terda­pat keterlambatan pemberitahuan penggabungan, peleburan dan pengambil alihan kepada KPPU dalam kurun tiga minggu.

Padahal, nilai aset dan nilai penjualan pegambil alihan saham PT Binsar Nato­rang Energy telah melebihi batasan nilai sebagaimana diatur oleh KPPU. Adapun nilai aset gabungan pengambilalihan sama ini yaitu Rp3,8 triliun. Sementara itu, nilai penjualan gabungan mencapai Rp5,3 triliun.

Dengan demikian, batasan nilai peng­ambilalihan saham telah memenuhi ba­tasan (threshold) nilai penjualan (omzet) dan aset minimal dilakukannya penilaian.

Pasal 5 (2) PP No. 57/2010 menyatakan bahwa suatu transaksi akuisisi akan diada­kan penilaian apabila aset gabungan dari transaksi melebihi Rp2,5 triliun dan atau omzet gabungan melebihi Rp 5 triliun.

Syarkawi menambahkan sanksi yang dialamatkan ke LG International Corp be­nar adanya dan telah memenuhi beberapa kriteria antara lain adanya unsur peng­ambilalihan saham, unsur nilai aset dan atau nilai penjualan yang melebihi jumlah tertentu dan unsur keterlambatan melaku­kan pemberitahuan kepada Komisi.

Menimbang .berdasarkan fakta-fakta, penilaian, analisa dan kesimpulan terse­but maka Majelis Komisi yang diketuai Kamser Lumbanradja memutuskan menghukum LG International Corp. dan meminta untuk membayar dendanya sese­gera mungkin. (Bisnis Indonesia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close