Kesehatan

Lonjakan Penularan Covid -19 di DKI Jakarta

BTN iklan

Legal Era Indonesia, Jakarta- Berbagai Indikator penularan covid 19 di jakarta melonjak dalam sepekan terakhir. Tingkat kegawatannya hampir menyamai April lalu, ketika wabah mulai merajalela di Ibu Kota. Bedanya, kini pemerintah DKI belum berencana menerapkan pembatasan sosial berskala besar. Kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan pun kian turun.⁠
Sehingga Sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Surabaya di Jawa Timur, dan Cimahi di Jawa Barat diperkirakan penuh dalam dua bulan mendatang menyusul kian melonjaknya kasus kematian akibat Covid-19.

Perkiraan itu sejalan dengan data nasional Satgas Penanganan Covid-19 yang menunjukkan jumlah kematian naik rata-rata 100 lebih kasus setiap hari.

Pakar epidemiologi menyebut peningkatan angka kematian menunjukkan kecepatan penyebaran virus sudah tak terbendung. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah pusat mendorong pemda kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti pada April silam. Namun pemerintah berkata pada tahap ini baru bisa mengingatkan pemda untuk terus patuh pada protokol kesehatan.
Petugas pemakaman TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Imang Maulana, memperkirakan tak sampai dua bulan ke depan lahan kuburan di tempatnya akan terisi penuh jika setiap hari jenazah Covid-19 yang dimakamkan sebanyak 30 orang.

Dalam sepekan terakhir saja, setidaknya sudah 200 liang kubur yang ia gali. Rekor tertinggi terjadi pada Sabtu (05/09) lalu yakni mencapai 37 jenazah.

“Kalau seandainya lonjakan terus rata-rata 30 jenazah, sebulan ke depan (lahan makam) habis,” imbuh Imang Maulana kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (06/09).
Selain TPU Pondok Ranggon, jenazah Covid-19 juga dikubur di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. Di sana, dalam sehari petugas mengubur 20 jenazah setiap hari.

Koordinator gali kubur TPU Tegal Alur, Asep, berkata jumlah makam di tempatnya “sudah di luar normal”.

Di Kota Cimahi, Jawa Barat, tempat pemakaman warga yang meninggal akibat Covid-19 sudah tidak bisa menampung jenazah baru.

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, mengatakan sedang mencari lahan baru untuk mengantisipasi, kendati hingga sekarang ia belum memastikan di mana lokasi anyar tersebut.

Kondisi serupa juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Dua Tempat Pemakaman Umum (TPU) yakni Keputih dan Babat Jerawat dilaporkan sudah hampir penuh.

 

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami